Tradisi Munggahan di Cirata Sepi, Petugas Pastikan Tak Ada Kerumunan

SEPI: Kondisi jalan menuju Waduk Cirata tampak sepi pengunjung. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Munggahan atau makan dan berkumpul bersama menjelang Bulan Suci Ramadan, menjadi tradisi umat muslim di Jawa Barat, tak terkecuali di Purwakarta.
Ada satu destinasi favorit bagi warga Purwakarta untuk melaksanakan munggahan, yaitu Waduk Cirata. Biasanya dua hingga sepekan menjelang Ramandan, Waduk Cirata dipadati masyarakat yang munggahan. Menu favoritnya nasi liwet dan ikan bakar plus pemandangan alam yang asri mempesona.

Namun tahun ini berbeda. Pandemi Covid-19 berimbas pada tradisi khas yang mengutamakan silaturahmi ini. Imbauan physical dan social distancing harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Korona. Waduk Cirata pun sepi pengunjung.

“Biasanya satu pekan sebelum Ramadan volume kendaraan arah Purwakarta meningkat, tapi tahun ini cendrung sepi,” kata salah satu petugas PLTA Cirata, E Nur Yasin ditemui di Pos Keamanan arah Purwakarta, Rabu (22/4).

Sepinya pengunjung imbas Covid-19 menjelang Ramadan ini juga membuat lokasi Kuliner Ikan Bakar Buangan dan Tripa Jaya Abadi ditutup sementara, untuk menghindari kerumunan masyarakat.

“Kami sering kali berpatroli menyisir PLTA Cirata. Jika ditemukan ada kerumunan warga, kami datangi untuk memberikan pemahaman mengenai Virus Korona, dan disarankan untuk kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia mengaku, patroli pun akan akan diintensifkan pada Ramadan nanti agar tidak ada kerumunan warga melakukan aktivitas ngabuburit tradisi menjelang berbuka puasa.
“Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas sementara waktu di sekitar PLTA Cirata melalui baligo dan banner,” ujar Nur Yasin.

Diketahui, PLTA Cirata terletak di tiga daerah, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta. Kondisi alamnya yang asri dan sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.(add/vry)