Waspada! Puluhan Suspek DBD Terdeteksi

PULUHAN SUSPEK: Sepanjang Desember 2019 lalu tercatat ada puluhan suspek DBD yang dirawat di UPTD Puskesmas Darangdan. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Warga Diminta Giatkan Kembali PHBS

PURWAKARTA-Masyarakat diminta mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), terlebih saat ini banyak ditemui pasien suspek DBD.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan menyebutkan, hampir seluruh kecamatan yang ada di wilayah kerjanya merupakan daerah endemis DBD. Hal itu harus diantisipasi bersama.

“Dalam upaya antisipasi ini perlu keterlibatan semua pihak. Terutama peran serta masyarakat,” ujar Deni kepada koran ini, akhir pekan lalu.

Deni menjelaskan, di awal tahun ini pihaknya telah menerima laporan ada beberapa warga yang terjangkit DBD. Pihaknya memprediksi, selama musim hujan ini jumlah penderita DBD dipastikan akan terus meningkat.
Meningkatnya penyebaran DBD ini, sambungnya, bisa diakibatkan perubahan cuaca. Pasalnya, musim hujan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingginya penderita DBD.

“Dari laporan yang masuk ke kami, sudah ada sekitar 20 orang yang terkena DBD. Satu orang di antarnya dilaporkan meninggal dunia,” katanya.
Meski demikian, kata dia, hingga saat ini ke-20 orang tersebut statusnya masih sebagai suspek DBD. Karena, sebelum dinyatakan positif, pasien tersebut harus terlebih dahulu diuji di laboratorium untuk mendapat kepastian apakah terjangkit DBD atau tidak.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika sebelumnya menuturkan, DBD merupakan penyakit cukup serius dan termasuk kasus medis besar yang menjadi perhatian utama di beberapa negara berkembang.

Sehingga, menurutnya, hal ini harus diantisipasi. “Dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran DBD ini diperlukan upaya efektif,” ujar Anne.
Adapun hal paling efektif untuk antisipasi DBD ini, menurut Anne, harus bersifat antisipatif. Yakni, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.

Misalnya, tidak membiarkan terlalu lama adanya genangan pada semua benda yang bisa menampung air sementara. Seperti, bak mandi atau tempat-tempat penampungan air untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, tempat-tempat tersebut harus secara rutin dikuras dan ditutup.

Sebenarnya, lanjut Anne, penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu bukan hanya faktor perubahan cuaca saja. Tapi, bisa juga akibat pola hidup masyarakat yang kurang sehat.

Untuk itu, pihaknya berpesan supaya masyarakat kembali menggalakan bersih-bersih dan lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Karena, menurutnya, pencegahan DBD tidak cukup hanya dilakukan fogging.
Sebelumnya, Penangung jawab DPT/Rawat Inap UPTD Puskesmas Kecamatan Darangdan dr Aef Alfullaili menyampaikan, sepanjang Desember 2019 lalu ada sebanyak 24 warga Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta tercatat sebagai suspek DBD.

Sementara untuk Januari 2020, pihaknya mengaku belum bisa menyebut secara rinci. Namun, kata dia, ada sejumlah pasien suspek DBD yang saat ini tengah di rawat di Puskesmas Darangdan.

“Belum bisa dipastikan positif DBD, karena trombositnya masih naik turun,” kata Aef.

Dirinya menyebutkan, berdasarkan hasil survei, Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Purwakarta menjadi salah satu wilayah dengan jentik nyamuk terbanyak. Hal itu dipicu akibat banyaknya genangan air bersih di sekitaran rumah warga.

“Genangan air bersih ini merupakan wahana atau tempat strategis berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegyfti,” ujarnya.
Selain melaksanakan pemeriksaan jentik nyamuk ke setiap desa, tambah dia, pihaknya juga terus melakukan penyuluhan salah satu penyakit mematikan tersebut.

“Intinya DBD ini kembali lagi kepada kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.

Dengan demikian, agar terhindar dari DBD, Aef mengimbau masyarakat agar lebih proaktif memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
“Salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M plus, yakni menutup, mengubur, dan menyingkirkan,” ucapnya.(add/vry)

BACA JUGA:  12 Warga Cikalongwetan Terserang DBD