Wawan, Anggota Polres Purwakarta Ternak Burung Murai Batu

burung murai batu
MURAI BATU: Bripka Wawan Setiawan saat menunjukkan penangkaran Murai Batu miliknya. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Keberadaan Burung Murai Batu di alam bebas terbilang langka. Kalau pun ada, burung yang dikenal memiliki kicauan khas dan indah ini sudah siap menjadi buruan para penggemarnya.

Berangkat dari hal itu, Wawan Setiawan (36) anggota Polres Purwakarta memiliki gagasan dan ide cemerlang. Di tengah kesibukannya melayani masyarakat, Wawan mulai mencoba membangun penangkaran Murai Batu sejak 2015 lalu

Terlebih, para kicaumania saat itu mulai kesusahan mencari bibit Burung Murai Batu yang keberadaannya sudah langka.

Baca Juga: Polres Purwakarta Beri Hadiah SIM Gratis Bagi Disabilitas

Namun, usahanya itu tak berjalan mulus. Kegagalan demi kegagalan dialaminya di awal dia membuat penangkaran Murai Batu.

Namun dengan kesabaran dan ketekunan, dirinya terus belajar secara otodidak. Akhirnya Wawan pun berhasil menangkarkan Burung Murai Batu yang terbilang langka ini.

Bertempat di Desa Salamjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Wawan berhasil menangkarkan Burung Murai Batu Medan Ekor Panjang.

“Karena hobi mendengar suaranya, bentuknya dan ekornya. Karena sering beli anak murai dari peternak, hingga kepengin coba-coba untuk berternak dan membuat penangkaran,” kata pria yang bertugas sebagai Anggota Sabhara Polsek Bojong itu.

Saat ini, dirinya sudah memiliki 17 kandang penangkaran Murai Batu.

“Kuncinya terus mencoba dan belajar, selain itu juga sabar. Sebab tanpa kita mencoba kita tidak bakal tahu akan hasil yang kita dapat,” kata Wawan saat ditemui di lokasi penangkaran Murai Batu miliknya, Senin (6/7).

Saat pertama kali mencoba, sambungnya, dirinya tidak percaya bisa seperti sekarang ini. “Namun karena saya terus mencoba akhirnya saya bisa menangkarkan Murai Batu ini,” ujar Wawan.

Bukan sekadar hobi

Selain hobi, tujuan utama dirinya membuat penangkaran tersebut agar dapat melestarikan keberadaan Murai Batu.

BACA JUGA:  Ada Kontes Cupang Hias Tingkat Nasional di Purwakarta, Ini Jadwalnya

“Awalnya dari hobi memelihara burung. Saat itu saya membeli Burung Murai Batu yang harganya tidak murah dan keberadaannya cukup langka. Lalu saya belajar dari teman yang seorang peternak di Kabupaten Karawang, setiap kali beli anak murai ke peternak itu selalu diminta ilmunya,” kata Wawan.

Dalam satu bulan, menurut Wawan penangkarannya ini bisa menghasilkan antara 10 hingga paling banyak 20 anakan Murai Batu.

“Ya, kalau soal omzet dalam satu bulan saat ini lumayanlah. Untuk usia 40 hingga 50 hari anakan Murai Batu saya bisa laku Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Harga ini bervariasi karena disesuaikan dari indukannya. Dan dipenangkaran kami ini semua indukan adalah pemenang lomba burung berkicau. Jadi, tidak perlu diragukan untuk kualitas anakannya,” ujarnya.

Selama lima tahun berternak, dirinya mengaku sudah mendapatkan 326 ekor anakan Murai Batu.

“Anak Murai Batu hasil penangkaran kami selalu menggunakan cincin atau ring di kaki burung dengan nama ONE BF. One artinya panggilan nama dan BF singkatan dari Bird Farm dan tak sedikit anakan murai batu Ring ONE BF sudah menjadi juara di kontesan burung berkicau,” ucapnya.

Tak jarang pula para penghobi burung kicau untuk mendatkan anakan Murai Batu dari penangkaran yang dibuatnya harus daftar tunggu atau inden.

“Sudah banyak yang pesean sih. Tapi yang jelas ini kerjaan sampingan saya. Sebagai insan Bhayangkara saya tetap pelayan masyarakat dan tetap sebagai pengayom juga pelindung masyarakat,” ucapnya.(add/ysp)