World Cleanup Day, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

PURWAKARTA– World Cleanup Day (WCD) atau Hari Bersih-bersih Sedunia diperingati pada 18 September setiap tahunnya. Pada tahun ini, peringatan WCD difokuskan pada ajakan bersih-bersih dan aksi pilah sampah dari rumah. Adapun, khusus di Indonesia WCD mengusung tema Bersatu untuk Indonesia Bersih, yang relevan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Jajaran Pemkab Purwakarta ambil bagian dalam aksi bersih-bersih pilah sampah yang diikuti oleh 187 Negara, 34 Provinsi, dan 13 Juta relawan itu. Di Purwakarta, kegiatan dipusatkan di Sasaka Literasi, Desa Cadasari, Kecamatan Tegalwaru, Sabtu (18/9).

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, kegiatan sosial peduli terhadap lingkungan berskala internasional ini sedang digaungkan melalui World Cleanup Day Indonesia. Selain itu kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh dunia.

Menurut Ambu Anne, dengan adanya keterlibatan pemerintah di tingkat kabupaten diharapkan bisa mendorong semua instansi, lembaga dan para pengusaha maupun perusahaan yang ada di wilayah Purwakarta berpartisipasi melalui dukungan moril maupun materil.
Di mana dalam pelaksanaannya bersama-sama dengan masyarakat untuk melaksanakan bersih-bersih dimulai dari rumah, perkantoran dan ruang publik minimal di wilayah lingkungan sekitarnya. Panitia pelaksananya dari komunitas peduli lingkungan yang berasal dari 34 pengelola Bank Sampah di Kabupaten Purwakarta.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk melakukan gerakan serupa di lingkungan masing-masing. Gerakan bersih-bersih merupakan bukti nyata untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah,” kata Ambu Anne.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purwakarta untuk lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan dengan cara pilah sampah mulai dari rumah sesuai dengan jenisnya. Pasalnya, dengan memilah sampah mulai dari rumah akan lebih mudah pengelolaan selanjutnya akan mengurangi sampah secara signifikan. “Momentum ini akan memotivasi kita untuk terus bergerak dalam pengelolaan sampah. Saya juga sudah menyampaikan bahwa PR kita dalam pengelolaan sampah itu banyak, mulai dari sampah domestik untuk pemilahan sampah organik dan nonorganik. Termasuk, sampah yang dihasilkan dari para pelaku usaha serta sampah yang dihasilkan oleh masyarakat umum,” kata Ambu Anne.

BACA JUGA:  Sesalkan Gas 3 Kg Tak Sesuai HET

Menurutnya, gerakan ini juga berkesinambungan dengan gerakan Jumat Bersih, programnya memang perlu ditingkatkan lagi dan harus dimonitor. “Program Jumat bersih itu tanggung jawabnya jangan hanya dimiliki oleh aparatur desa, justru program Jumat Bersih itu harus melibatkan masyarakat, sebagai produsen dari sampah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Jejaring Komunitas Kemitraan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (JK2LH) Purwakarta Suripto mengatakan, WCD 2021 lebih difokuskan pada edukasi sekaligus mengajak masyarakat bersih-bersih. Selain itu, juga untuk menanamkan kebiasaan pilah sampah sebelum benar-benar dibuang ke tempat sampah. “Kami juga mengedukasi masyarakat bagaimana caranya memasukkan data jumlah sampah yang sudah dipilah setelah sebelumnya ditimbang ke dalam suatu aplikasi. Sehingga data tersebut bisa diakses dan termonitor,” ujarnya.

Sampah yang dihasilkan rumah tangga, lanjutnya, dipilah menjadi tiga jenis, yaitu residu, organik, dan anorganik. Tempat sampahnya pun menjadi tiga macam, ini bisa menggunakan plastik sampah.

“Peringatan WCD 2021 ini lebih kepada menanamkan kesadaran untuk memilah sampah mulai dari tingkat pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan/desa, RT/RW hingga ke tingkat masyarakat,” ucapnya.(add/sep)