Zona Biru, Satu Warga Terkonfirmasi Positif

Zona Biru

Berasal Dari Kecamatan Purwakarta Kota

PURWAKARTA-Usai mendapat predikat Zona Biru (aman) dan dua pekan tidak mendapati penambahan kasus baru, kini terjadi penambahan satu orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut disampaikan dengan berat hari oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta. Dia yang positif berasal Kecamatan Purwakarta Kota.

“Dengan berat hari ini kami sampaikan terdapat warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, satu orang berasal dari kecamatan kota,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr.Deni Darmawan, Selasa (7/7).

Baca Juga: Enam Kecamatan di Kabupaten Karawang Zona Hitam Covid-19

Sementara, untuk PDP jumlahnya berkurang satu orang, kini yang masih dalam perawatan pihak medis terdapat enam orang.
“Untuk jumlah angka OTG dan ODP tidak bergerak, sama seperti hari sebelumnya, OTG nihil dan ODP 10 orang,” kata dr Deni.

Dia mengatakan, secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta ada sebanyak 32 orang.

“Secara keseluruhan, telah dinyatakan sembuh sebanyak 30 orang. Sebelumnya, kami catat juga ada 1 orang yang positif telah meninggal dunia dan hari ini terdapat 1 orang yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat untuk tetap melakukan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Pasalnya, diperlukan peran semua pihak untuk secara bersama-sama melakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Penerapan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas harus terus dilakukan. Jangan lupa pakai masker dan tetap menjaga jarak,” tuturnya.

Gugus Tugas Covid-19 terus mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap optimis menghadapi wabah yang menjadi pandemi global ini.

Pihaknya juga mengimbau agar warga tetap melaksanakan anjuran pemerintah yaitu physical dan social distancing, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(mas/ysp)

BACA JUGA:  Remaja ‘Pede’ Geluti Profesi Berbasis Tradisi, Masa Depan Dunia Ada di Tangan Anak Muda