Rombak Kabinet : Gubernur Jawa Barat Lantik 13 Pejabat Baru

PROSES PELANTIKAN: Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat melantik 13 pejabat di lingkungan Pemprov Jabar sebagai penyegaran organisasi di tengah pandemi.

Pesan Fokuskan Penanganan Covid-19

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan perombakan di jajaran kabinetnya. Orang nomor satu di Jabar ini melantik dan mengambil sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah (Pemdaprov) Jabar.

Pria yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, meskipun dalam suasana keperhatinan COVID-19, namun pelantikan ini untuk menyempurnakan sistem organisasi di lingkungan pemerintahan yang di pimpinnya.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada mereka yang menempati tugas baru, pada dasarnya dimanapun tempat ditugaskan tidak ada bedanya. Tapi yang sama itu memberikan yang terbaik dan memberikan manfaatkan yang sebaik-baiknya,” tegas Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6).

Emil menjelaskan, jabatan itu tidak boleh diminta. Namun, jabatan itu diberikan atas dasar objektivitas sebagai kebutuhan organisasi.

“Bahwa apapun yang ditugaskan oleh negara itu harus kita terima. Maka, tugas itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan melaksanakan tugas sebaik mungkin,” ujarnya.

Emil juga mengingatkan kepada jajarannya, untuk terus mempertahankan prestasi dalam penanganan dan pengendalian COVID-19.

“Oleh karena itu, saya titip 50% penugasan hari ini kita fokuskan pada pengendalian COVID-19, apapun bidangnya baik sumber daya manusia, pendidikan dan bidang lainnya. Dan 50% lagi mencoba untuk melakukan kegiatan senormal mungkin sampai di bulan Desember. Memang instruksi ini tentu sangat mengganggu, tapi sebagai makhluk manusia harus bisa survev dan menyesuaikan diri pada adaptasi kebiasaan baru yang mungkin tidak nyaman tapi harus kita lakukan untuk melaksanakan kehidupan kita seperti semula,” imbuhnya.

Menurutnya,13 pejabat ini selama bekerja dinilai sudah baik. Baik dari segi integritas, melayani sepenuh hati dan profesionalisme terus belajar.

“Mudah-mudahan 3 syarat menjadi ASN yang baik terus dipertahankan dan belajar memberikan inovasi, jangan menunggu petunjuk gubenur, karena gagasan bisa datang dari diri sendiri, bisa mengambil input dari masyarakat tidak harus menerima petunjuk dari atasan selama inovasi itu baik,” pungkasnya. (rls)

BACA JUGA:  Pelaksanaan Kurban di Rumah Dinas Gubernur Jabar