14 Tahun Terbengkalai, Nasib Jalan Lingkar Pamanukan Bukan jadi Prioritas

Jalan Lingkar Pamanukan
TERBENGKALAI: Potret Jalan yang direncanakan menjadi Jalan ringroad Pamanukan. Kondisinya memprihatinkan dan terbengkalai. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Setelah pembukaan jalan di wilayah selatan yang berhasil dilakukan dan kini tengah berjalan, muncul aspirasi dari warga juga tokoh masyarakat di pantura soal perbaikan jalan. Tidak hanya itu, pembuatan jalan baru dalam hal ini Jalan Lingkar Pamanukan kembali mengemuka. Sebab, sejak pembebasan lahan Jalan Lingkar Pamanukan dari tahun 2006, hingga tahun 2020 ini pembangunannya tak jelas.

Tokoh Masyarakat H. Hermansyah menyampaikan, saat pembebasan lahan dirinya masih menjabat sebagai Ketua BPD Desa Pamanukan. Dari informasi yang ia ketahui, pembebesan lahan untuk Jalur Lingkar Pamanukan mencapai 10 hektare dengan lebar 15-20 meter dan panjang 2 KM.

“Itu dua desa antara Desa Pamanukan dengan Desa Pamanukan Hilir, menghubungkan ke Kecamatan Legonkulon nantinya,” kata H. Hermansyah.

Baca Juga: Rencana Jalan Kabupaten Era Eep Hidayat Kandas di Tengah Jalan

Jalur Lingkar Pamanukan tersebut, tidak hanya untuk kepentingan akses transportasi, tapi manfaat yang dirasakan bisa untuk mengangkut hasil pertanian, perikanan dan tambak maupun akses wisata ke wilayah Kecamatan Legonkulon. “Selain itu, berkaca dari kasus banjir Pamanukan 2014, jalur ringroad bisa menjadi jalur evakuasi ketika melintas ke Pamanukan itu tidak bisa,” ungkap H. Hermansyah.

Meski begitu, ia mengaku sangat prihatin dimana dalam jangka waktu 14 tahun ini jalan tersebut masih belum berdiri. Bahkan pembangunannya pun terkesan sepotong-sepotong tanpa ada perhatian dan visi yang jelas. “Padahal manfaatnya luar biasa, baik ekonomi, transportasi. Tapi ini lahan sudah bebas, sampai sekarang baru jembatan sama pembatas saja, masih belum jelas pekerjaannya,” ucap H. hermansyah.

Plt Camat Pamanukan melalui Kasubbag Perencanaan dan Keuangan H. Amin Suhami menyebut, pembebasan lahan untuk Jalur Ringroad Pamanukan dilakukan pada Tahun 2006. Kala itu, Bupati Subang jaman Eep Hidayat. Bahkan kata H. Amin, pembebasan lahan juga dilakukan di lokasi lain untuk 3 kegiatan berbeda.

BACA JUGA:  Pagon Sport Park Diresmikan oleh Wabup Subang, GEMA Keadilan Subang Angkat Dua Jempol

Lokasinya dari pertigaan Panorama yang masuk Desa Pamanukan

“Untuk jalan itu, perkiraan 6 hektare dengan lebar 20 meter dan panjang kurang lebih 2 KM, lokasinya dari pertigaan Panorama yang masuk Desa Pamanukan hingga ke Pamanukan Hilir, di sawah-sawah itu,” jelas H. Amin.

Lalu, untuk dua kegiatan lain yakni pembebasan lahan untuk pembuatan embung di Desa Rancahilir dengan luas lahan yang dibebaskan mencapai 2,7 hektare serta lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah 2 hektare di samping rencana Jalur Lingkar Pamanukan.

“Lahannya milik Pemda karena pembebasannya oleh Pemda saat tahun 2006 itu sekalian,” imbuhnya.

Mengenai progres pembangunan jalan Lingkar Pamanukan itu, H. Amin menyebut, akan memberikan akses bagi aktivitas baik di Pamanukan maupun Legonkulon sebagai alternatif jalur Pondok Bali-Pamanukan yang padat.

“Iya untuk akses Dari Pamanukan juga Legonkulon, baik untuk kegiatan perekonomian seperti pertanian, perikanan maupun wisata. Nah nanti tembus langsung ke Jalur Pantura samping pos polisi pertigaan Panorama. Nanti mungkin bakal jadi perempatan kalau jalan ini selesai,” jelasnya.

Mengenai pembangunan dari tahun ke tahun, H. Amin menyampaikan yang ia ketahui telah dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya pembangunan pondasi dan jembatan pada tahun 2018-2019, pengarugan hingga membuat TPT. “Untuk yang paling dekat itu jembatan ya, 2018-2019 ini, pengarugan ada dari samping pos polisi hingga jembatan, tapi tahun berapanya saya kurang hafal,” jelas H. Amin.

Pemkab Subang diminta lihat daftar rencana pembangunan

Sementara itu, Mantan Kepala Desa Pamanukan sekaligus aktivis pemekaran Pantura Sudi Hartono meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk kembali melihat daftar perencanaan pembangunan. Sebab, selama 14 tahun hingga kini tak ada tindak lanjut pekerjaan merupakan sebuah tanda tanya besar.

BACA JUGA:  Galang Kekuatan dan Keutuhan NKRI

“Secara manfaat, jalur ringroad 2 KM ini juga banyak, pertanian sudah jelas, di Legonkulon banyak juga usaha perikanan dan tambak juga wisata, kalau mengangku lewat Pamanukan Kota sekarang sudah semakin ramai,” jelas Sudi.

Setiap tahunnya, pembangunan Jalur Lingkar Pamanukan ini menurutnya seperti tak masuk prioritas pembangunan. Ia juga menyinggung aspek pemeretaan pembangunan terkait pembangunan jalan tersebut. “Bukan sentiment, tapi saat di Selatan begitu mudahnya membangun jalan baru. Di sini lahannya sudah ada, sudah tinggal membangun, tapi selama 14 tahun ini silahkan cek sendiri, tidak ada kejelasan,” ucapnya.

Dalam pantauan Pasundan Ekspres dilapangan, dari pertigaan Panorama Pamanukan mulai masih berupa tanah merah dan telah terbangun jembatan. Hanya, setelah jembatan, lahan untuk jalan tersebut masih berupa persawahan yang masih digarap oleh warga karena belum dilakukan pengarugan, Pengarugan sendiri terpntau hanya dilaksanakan dari muka jalan Pantura hingga 200-300 meter sampai ke jembatan.

Rencana Pembangunan Lingkar Pamanukan Tahun 2006

Pepmebasan Lahan 6 hektare
Lebar 20 meter dan Panjang 2 Km
Lokasi : dari pertigaan Panorama masuk Desa Pamanukan hingga ke Pamanukan Hilir

Manfaat Jalur Lingkar Pamanukan
Akses transportasi
Mengangkut hasil pertanian, perikanan dan tambak
Akses wisata ke pantai
Jalur alternatif Pondok Bali-Pamanukan yang padat
Bisa menjadi jalur evakuasi banjir Pantura

Progres pembangunan
6 Hektare Lahan sudah dibebaskan
Jembatan pembatas dibangun tahun 2018-2019
Pengarugan dari samping pos polisi hingga jembatan. (ygi/vry)