25% Area Pertanian di Ciasem Belum Tanam Padi

TANAM PADI: Petani di wilayah Kecamatan Ciasem 75% area pertaniannya sudah tanam padi. 25% lagi masih olah tanah. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUDAN EKSPRES

CIASEM-Lahan pertanian di Kecamatan Ciasem sudah 75% ditanami padi. Dari total luas lahan sebesar 6527 hektare saat ini sudah 4895 hektare ditanami padi dari 9 Desa yang ada.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Ciasem Leni Marliani mengatakan, sejauh ini perkembangan tanaman padi sendiri cukup baik. Bahkan rata-rata umur padi yang telah tanam, sudah berkisar diantara 0-60 hari setelah tanam.

“Di kita memang ada yang sudah tanam duluan di Sukamandi Jaya, sudah 60 hari malainya sudah keluar,” kata Leni, kemarin (23/1) kepada Pasundan Ekspres.
Leni menuturkan, musim tanam kali ini, dua desa yang akan akan segera turun tanam yakni Desa Ciasem Hilir serta Desa Dukuh.

Leni menambahkan, yang menjadi kendala dalam masa tanam kali ini yakni, soal hujan yang beberapa hari terakhir ini cenderung tinggi intensitasnya. “Saat ini memang sudah mulai hujan sering, kemarin baru di Dukuh baru tanam siangnya diguyur hujan gede,” imbuhnya.

Meski begitu sampai saat ini Leni menyatakan, belum ada laporan mengenai kerusakan tanaman padi, yang lahannya tergenang air berlebih. “Sejauh ini belum ada laporan, tapi besok (hari ini) kita juga akan berkeliling memantau,” ucapnya.

Sementara itu mengenai hama, Leni mengatakan bahwa pada musim ini hama tikus menjadi penyakit utama, yang perlu diwaspadai. Meskipun wereng batang coklat serta penggerek batang, juga terlihat namun hama tersebut masih bisa dikendalikan secara pribadi oleh petani.

“Tikus memang jadi perhatian, gerakan juga terus dilakukan meski lewat umpan ya, kalau gropyokan itu bagusnya memang pas sebelum tanam, jadi kita bikin pakai umpan, Alhamdulillah masih bisa dikendalikan,” tutupnya. (ygi/dan)