30 Persen Dari 880 SD Rusak, Disdikbud Mulai Perbaiki Bertahap

VISITASI SEKOLAH: Kabid Pembinaan SD Disdikbud Subang, Mukfi Efendi (kiri) saat melakukan visitasi ke SD Winayasari Cipunagara yang mengalami rusak parah, beberapa waktu lalu. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang terus melakukan perbaikan sekolah rusak. Perbaikan tersebut dilakukan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Kabid Pembinaan SD Disdikbud Subang, Mukfi Efendi mengatakan, ada sekitar 30 persen sekolah rusak dari total 880 SD di Subang. Perlahan-lahan sekolah rusak tersebut akan diperbaiki.

“Kami terus berupaya agar sekolah-sekolah rusak di Subang segera diperbaiki,” ungkap Mukfi kepada Pasundan Ekspres.

Pada tahun ini ada 147 SD di Subang yang menerima bantuan untuk perbaikan sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Terdiri dari 29 SD rehab ruang kelas, 18 SD rehab perpustakaan, 65 SD rehab jamban, 7 SD perbaikan jamban, pembuatan perpus 6 SD, pembuatan ruang kelas baru 17 SD dan bantuan alat TIK sebanyak 5 SD.

Selain bantuan dari DAK, kata Mukfi, ada bantuan dari APBD Subang. Antara lain 27 SD dilakukan pemagaran, pembuatan ruang kelas baru sebanyak 4 SD, pembuatan WC sebanyak 10 SD, 16 sekolah mendapat bantuan penataan lingkungan sekolah, dan rehab ruang kelas sebanyak 9 SD.

“Sementara dari Dana Insentif Daerah (DID), ada 6 SD yang direhab, dan 1 SD rehab jamban,” ujarnya.

Mukfi menuturkan, jangan sampai sekolah yang atapnya rusak tetap digunakan untuk pembelajaran. Sebab akan berbahaya bisa roboh menimpa siswa maupun guru.
“Untuk mengantisipasi sekolah ambruk, tentu harus terus dilakukan perbaikan,” pungkasnya.(ysp/vry)