400 Hektare Sawah Terserang Hama Tikus

KENDALIKAN: Petani dan Camat serta Unsur UPTD di Kecamatan Pusakajaya berjibaku kendalikan hama tikus yang makin merajalela. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Kegiatan Gropyokan Diintensifkan

SUBANG-Petani di Kecamatan Pusakajaya terus berjibaku memerangi hama tikus yang seakan tak pernah habis. Kemarin Camat Pusakajaya Drs Vino Subriadi bersama Penyuluh Pertanian, POPT dan para Petani di Desa Kebondanas dan Desa Bojong Jaya melakukan gropyokan hama tikus.

“Musim tanam padi tapi sekaligus panen tikus, luar biasa ini seranganya, banyak sawah petani yang terkena,” kata Vino kepada Pasundan Ekspres, Selasa (4/2).

Dia menyebut di dua desa yang ia datangi yakni Kebondanas dan Bojongjaya, sekitar 400 hektare lahan sawah terserang hama tikus. “Kebondanas saja tadi ada sekitar 200 hektare yang wilayah selatan jalan, Bojongjaya juga sama,” ucap Vino.

Saat ini, melalui komunikasi yang intens dengan UPTD Pertanian, Vino menyebut, cara penanggulangan hama tikus ini masih terus diintensifkan melalui kegiatan gropyokan tikus. ”Sampai sekarang caranya masih seperti demikian, karena penanggulangan untuk cara lain juga susah, tapi bersama pihak UPTD setiap harinya gerakan-gerakan disetiap desa terus dilakukan,” jelas Vino.

Kedepan, Vino menyebut, salah satu penanggulangan hama tikus dan organisme penggangu tanaman lainya dilakukan dengan cara mematuhi aturan tanam serempak. “Tanamnya serempak, agar hama itu paling tidak bisa terkendali, tidak berpindah-pindah seperti sekarang ini, Kedepan mutlak harus dilakukan,” ucapnya.

POPT UPTD Pertanian Pusakajaya H. Iduk S menyebut jadwal gerakan membasmi hama tikus terus dilakukan disetiap desa, baik yang sudah tanam maupaun yang akan tanam.
“Seperti kebondanas tadi kita lakukan gerakan, memang ada 90 hektare yang rusak tapi yang lainnya masih bisa diselematkan,” ucap H. Iduk.

Adapun desa-desa yang sudah tanam saat ini diantarnya Desa Bojongjaya, Kebondanas, Pusakajaya serta Cigugur. Untuk Desa Rangdu dan Cigugur Kaler akan segera menyusul. “Kami terus lakukan upaya gropyokan tikus untuk coba mengendalikan hama tikusnya,” ungkapnya.(ygi/sep)