70 Rumah Retak, Warga Hentikan Truk Proyek Patimban

DIALOG: Kapolsek Pusakanagara tengah berdialog bersama ibu-ibu warga Dusun Cemara Desa Kalentambo yang menyampaikan aspirasi soal rumah retak akibat mobilitas kendaraan proyek ke Pelabuhan Patimban. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Warga di Dusun Cemara Desa Kalentambo secara spontan berkumpul dan melakukan aksi menghentikan sementara kendaraan proyek yang hendak masuk ke rea Pelabuhan Patimban. Hal ini menyusul, adanya keluhan warga yang mempertanyakan perihal pihak yang bertanggung jawab atas masuknya kendaraan proyek yang melewati perumahan warga melalui Jalan kabupaten.

Aksi warga dilakukan dua kali, yakni pada Sabtu dini hari (7/12) sekira Pukul 00.00 WIB. Aksi lanjutan oleh ibu-ibu pada Sabtu siang sekira Pukul 13.00 – 15.00 WIB.
Dampak yang ditimbulkan oleh warga selain polusi, yakni soal beberapa rumah warga yang alami keretakan. Disinyalir rumah warga retak akibat aktivitas mobil dengan bawaan yang berat melintas setia malam mulai Pukul 00.00 WIB hingga 04.00 WIB setiap harinya menuju Pelabuhan Patimban.

BACA JUGA:  DKM Al Akhdhar Salurkan CSR Dahana

Salah satu warga yang dikonfirmasi Pasundan Ekspres Yanto mengatakan, aksi tersebut merupakan spontanitas warga serta ibu-ibu yang ingin meminta pertanggung jawaban atas dampak khususnya warga dusun Cemara yang rumahnya pada retak karena kendaraan bertonase besar yang lewat.

“Kami tidak menutup jalan, karena kan itu tidak boleh, hanya menghentikan sementara, untuk menyampaikan aspirasi siapa yang bertanggung jawab soal ini,” kata Yanto
Ia menambahkan, usai aksi yang dilakukan oleh Ibu-ibu di tikungan Dusun Cemara, pihaknya kemudian berdialog dengan Kapolsek Pusakanagara untuk mencari solusi dan melakukan mediasi. “Iya kami dipanggil Kapolsek, lalu Kapolsek akan membantu memfasilitasi untuk bertemu dengan pihak-pihak terkait, rencananya hari Selasa,” tambah Yanto.

BACA JUGA:  Petani dan Nelayan ikut Pelatihan Satpam

Yanto menyebut,warga sendiri hanya ingin adanya perbaikan kerusakan rumah yang alami keretakan akibat mobilitas kendaraan berat pengangkut matrial menuju dan keluar proyek Patimban.