8,7 KM Jalan Penghubung Desa Dermaga dengan Desa Cupunagara yang Terisolir Segera Dibangun

Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak Subang
SUPAYA TERHUBUNG: Dandim 0605/Subang Letkol (Arh) Edi Maryono meninjau lokasi BSMSS, di Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak Subang, Senin (22/6). INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Buka Akses Cupunagara-Darmaga

SUBANG–Menjelang pelaksanaan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) di Kecamatan Cisalak, Kodim 0605/Subang menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemkab Subang dan Perum Perhutani. Sekaligus melakukan peninjauan lokasi BSMSS, di Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak Subang pada Senin (22/6).

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605/Subang Letkol (Arh) Edi Maryono mengatakan, kegiatan BSMSS tahun 2020, Kodim 0605/Subang, merupakan kegiatan wujud nyata sinergitas TNI, masyarakat dan Pemkab Subang, dalam membantu pembangunan jalan sepanjang 8,7 KM dengan lebar 10 meter yang menghubungankan dua desa yang terisolir.

Dijelaskan dandim bahwa jalan yang menghubungkan Desa Darmaga dengan Desa Cupunagara, merupakan tanah milik masyarakat dan Perum Perhutani.

Baca Juga: Manfaat Dana Desa bagi Petani Kopi Cupunagara

“Rakor yang digelar hari ini kita lakukan, sebagai upaya pematangan persiapan, sebelum pelaksanaan BSMSS di Kecamatan Cisalak,” ujar Letkol Edi kepada Wartawan di Subang, Selasa (23/6).

Dia menuturkan, kegiatan BSMSS berupa pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Cisalak itu, dapat membantu lancarnya perekonomian masyarakat di dua desa yang selama ini terisolir karena faktor infrastruktur.

“Maka diharapkan setelah terbangunnya jalan nanti, roda perekonomian masyarakat, bisa semakin menggeliat, sekaligus mampu mensejahterakan masyarakat di dua desa tersebut,” ungkapnya.

Dijadwalkan pada pertengahan bulan Juli mendatang

Sementara pelaksanaan BSMMS dikatakan Edi, dijadwalkan pada pertengahan bulan Juli 2020 mendatang.

Dia berharap Kegiatan kegiatan dapat membantu lancarnya perekonomian masyarakat di dua desa yang selama ini terisolir.

“Untuk pelaksanaannya kita jadwalkan pertengah Juli mendatang, karena faktor infrastruktur.

Maka diharapkan setelah terbangunnya jalan nanti, roda perekonomian masyarakat, bisa semakin menggeliat, sekaligus mampu mensejahterakan masyarakat di dua desa tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Tim Damkar Pos Pamanukan Siaga 24 Jam Antisipasi Bencana

Sementara itu, Wendi (43) Warga Cisalak menyambut baik akan diselenggarakannya pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa tersebutnya, apalagi menurutnya selain potensi ekonomi dibidang pertanian seperti kopi yang bisa lebih dieksplore di Cupunagara, sektor pariwisata di sana juga cukup menjanjikan.

“Ya mudah-mudahan saja berjalan sesuai rencana dan tepat waktu, pasalnya selama ini kan masyarakat cuounagara lebih memilih akses ke lembang, kalau jalan akses ke darmaga dibangun tentu akan memudahkan masyarakat,” pungkasnya.(idr/ysp/sep)