894 Warga Subang Idap Stunting

BERI VITAMIN: Kepala Dinkes Subang, dr Nunung Syuhaeri MARS memberikan vitamin kepada anak di Posyandu. YUGO EROPSI/PAUNDAN EKSPRES

Tersebar di Empat Puluh Satu Desa

SUBANG-Sebanyak 894 warga Subang mengidap stunting atau kekurangan gizi. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang, dr. Nunung Syuhaeri MARS kepada Pasundan EKspres, Selasa (21/1).

Menurutnya, Dinkes Subang sudah melakukan upaya menekan permasalahan stunting tersebut, dengan memberikan pemahaman terhadap ibu hamil dan lainnya. Selain itu, memberikan makanan tambahan untuk menambah gizi. “Persoalan stunting di butuhkan pemahaman dari diri sendiri sehingga stunting bisa terminimalsir,” katanya.

Dia mengaku sudah melakukan pemantauan status gizi anak dengan melakukan penimbangan di Posyandu terhadap semua balita yang ada di Kabupaten Subang. Hal itu untuk mengetahui anak yang mengidap stunting. “Bisa terlihat balita-balita tersebut ketika di ukur tinggi dan berat badannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan Kabaupaten Subang bagian dari 13 kabupaten/kota di Jawa Barat yang termasuk lokus stunting. Di Subang sendiri ada 10 desa yang terdapat warga yang mengidap stunting seperti di Desa Kediri Kecamatan Binong, Desa Mulyasari Pamanukan, Desa Bunihayu Jalancagak, Desa Kawungluwuk Tanjungsiang, Desa Majasari Cibogo, Desa Cintamekar Serangpanjang, Desa Kotasari Pusakanegara, serta Desa Jatireja, Desa Sukadana, Desa Legonkulon dan Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon. “Warga yang terkena stunting ada di 10 desa, namun menyebar juga di 31 desa. Sehingga saat ini ada 41 desa yang terdapat kasus stunting,” ungkapnya.

dr. Nunung menerangkan bahwa stunting disebabkan kekurangan gizi sejak bayi di dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu juga karena pola asuh orang tua. “Ini karena kurang gizi, atau pola asuh ibu yang salah dalam pemberian gizi kepada anak sejak bayi,” ujarnya.

Untuk mencegah stunting, pihaknya meminta orang tua dan ibu hamil agar rajin datang ke Posyandu. Adapun jumlah Posyandu di Kabupaten Subang ada sekitar 1.989. “Stunting itu berkaitan dengan usia dan tinggi badan anak (kurang pertumbuhan tinggi dan berat badan). Contohnya, umur 25 tahun tingginya kurang dari 1 meter dan lainnya,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan memberikan nutri drink ke 894 warga yang stunting pada tahun ini. Hal itu untuk menanggulangi gizi yang kurang dan akan di sebar ke Puskemas-puskemas. “Kita akan berikan nutri drink secara gratis kepada para pengidap stunting,” ucapnya.

Warga Subang Risma (28) mengaku dilema terkait persoalan stunting. Pasalnya, ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun disisi lain anaknya harus di asuh oleh orang lain, yang kebutuhan gizi nya tidak bisa terjamin. “kalau gak kerja ya gak bisa makan, ini dilema dengan gizi anak dan ekonomi,” ungkapnya.(ygo/sep)

BACA JUGA:  Pemberantasan Stunting Demi Generasi Masa Depan