Ambil Makna dan Momentum Bulan Ramadan

Ketua GP Ansor Asep Alamsyah Heridinata

SUBANG-Ketua GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata menyebut Bulan Suci Ramadan sebagai bulan penuh makna dan penuh berkah. Walaupun Puasa tahun ini di warnai dengan adanya situasi pandemi corona

“Ramadan ini hanya dilakukan selama satu tahun sekali dan dilakukan selama satu bulan. Tapi semangat dan suka cita untuk melaksakannya tidak boleh surut serta harus tetap meningkatkan nilai keimanan dan memperbanyak ibadah,” kata Asep Alamsyah dalam keteranganya pada Pasundan Ekspres, kemarin (26/4).

Menurutnya, meski dalam situasi pandemic ovid-19, banyak hal termasuk kegiatan yang bernilai ibadah yang dapat dilaksanakan dari Rumah seperti tadarusan, shalat tarawih maupun Qiyamulail. “Ayo kita mengaca, momentum ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Kesibukan yang kita lakukan di luar rumah yang menjadi rutunitas kita, seperti bekerja, berdagang atau berpergian yang menghabiskan waktu, kini kita disarankan untuk berada di rumah,” tuturnya.

Sehingga, terkadang bisa melupakan atapun sering meninggalkan amalan yang baik di bulan ramadan yang penuh berkah. Padahal sangat disayangkan ketika melewatkan momentum ini. Akan tetapi tetap ada hikmah di balik pandemi ini.

“Apa itu? Yakni kita umat islam bisa lebih banyak waktu untuk melaksanakan amal sholeh seperti tadarus Al-Qur’an. Hal ini sering kita abaikan lantaran kita banyak disibukan aktifitas duniawi yang dilakukan di bulan ramdhan. Namun tahun ini dengan adanya pandemi corona tidak lagi, karena kita dianjurkan untuk tetap ada dirumah saja,” tambah Asep.

Menurutnya, pahala bagi yang membaca Al-quran pun luar biasa sangat besar dan dilipatgandakan. Sebagaimana sabda Rasulullah “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi).

Jika membaca Al-Qur’an akan menuai kebaikan dan pahalanya dilipat gandakan, bagaimana jika dibaca di bulan yang penuh keberkahan ini. Tentu kata Asep, akan lebih banyak lagi kebaikan serta ganjaran yang akan diraih bagi siapa yang membacanya.

Kemudian selain membaca Al-Qur’an, situasi seperti ini justru memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk menjaga kualitas puasanya. Sebab ada beberapa hal yang membuat kualitas atau pahala puasa bisa berkurang antara lain adalah berghosip (ghibah) menatap lawan jenis (yang bukan mahramnya) dengan syahwat dan berkata dusta.

Hal-hal yang membuat kualitas atau pahala puasa berkurang itu sering terjadi lantaran dipengaruhi aktifitas diluar rumah. Untuk itu, Asep mengajak, umat muslim untuk senantiasa mengambil makna dan momentum di bulan ramadan ini, meskipun ditengah situasi Pandemi Corona.(ygi/sep)