Bahtsul Masail Media Silaturahmi Para Kiayi

BAHSUL MASAIL
BAHSUL MASAIL: Para pengurus LBM NU dan RMI NU serta pengurus PCNU dan MWC NU saat menghadiri kegiatan Bahsul Masail di Kecamatan Sagalaherang (zona 3), Sabtu (15/8). DADAN RAMDAN/ PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-PC NU Kabupaten Subang melalui Lembaga Bahsul Masail (LBM) terus melakukan kajian yang berkaitan dengan permasalahan yang berkembang di masyarakat.

Permasalahan itu kemudian dibahas dalam Bahsul Masail, sesuai dengan tuntunan dan dasar hukum yang ada dalam kitab kuning, yang kemudian diputuskan hasilnya dan disosialisasikan kepada umat.

Ketua PCNU Subang KH Satibi menyampaikan, adanya kegiatan Bahsul Masail, karena dengan ber bahsu masail para ustad kyai terutama yang tidak punya pesantren mau membuka kitab kuning terutama kitab besar.

Selain itu, bahsul masail ini juga menjadi ajang silaturrahim para kyai, ustad dan tokoh pemuka masyarakat lainnya. Hasil dari pembahasan dalam bahsul masail, masih baru sebatas jajaran pengurus PC, MWC dan LBM dan sebagian umat.

“Justru melalui medsos di harapkan bisa lebih nyampe ke umat dan dapat tersosialisasikan,” katanya.

Selanjutnya Ketua LBM PCNU Subang Kiayi Ridwan Farid mengatakan, LBM sudah menyusun agenda kegiatan LBM selama satu tahun berdasarkan zona yang telah ditetapkan menjadi tiga zona yaitu, zona 1 meliputi Kecamatan Subang, Pagaden, Pagaden Barat, Kalijati, Patokbeusi, Purwadadi, Pabuaran, Cibogo, Cikaum, Binong dan Dawuan. Zona 2 sekitar subang utara.

Untuk zona 3 meliputi wilayah Subang Selatan mulai dari Kecamatan Cijambe, Jalancagak, Ciater, Sagalaherang, Serangpanjang, Kasomalang, Cisalak dan Tanjungsiang.

Terkait pembahsahan dalam bahsul masail itu, adalah seputar persioalan yang tengah berkembang di masyarakat. Yang dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU, Muspika setempat dan para Ketua MWC serta utusan pesantren yang berada di zona 3, bertempat di kediaman Ust. Sholahudin Desa Sagalaherang, Sabtu (15/8).

Dalam kesempatan itu, Ketua RMI Kiayi Adam Firdaus, mengajak kerja sama dari kalangan pondok pesantren di Kabupaten Subang, agar ikut serta mengikuti perjalanan para kyai untuk di contoh oleh para santrinya yang menjadi generasi penerus untuk ikut serta mendukung kegiatan yang berkaitan dengan penguatan Aswaja.

Salahsatunya bekerja sama dengan LBM (Lembaga Bahsul Masail) sehingga terjalin silaturahmi dengan kompak. Dan untuk ikut memecahkn berbagai masalah yang tengah berkembang di masyarakat. Sehingga ada kejelasan dasar aturan hukum menurut syariatnya.

“Melalui LBM ini akan saling mengenal antar perwakilan pondok pesantren, menjaga kekompakan dan soliditas antar pesantren di bawah naungan RMI NU yang bekerjasama dengan LBM NU,” tukasnya. (dan)