Bantuan Beras Turun, Pemcam Pusakajaya Dirikan Dapur Umum

Pendirian dapur umum di Kecamatan Pusakajaya menindaklanjuti bantuan beras untuk program Gasibu. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

Nasi Bungkus Bagi Warga Terdampak

SUBANG-Pemerintah Kecamatan Pusakajaya akan segera mendirikan dapur umum untuk program gerakan nasi bungkus (Gasibu). Hal itu seiring dengan turunnya bantuan beras 100 kg dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Camat Pusakajaya Drs Vino Subriadi mengatakan, bantuan beras tersebut akan digunakan untuk mendirikan dapur umum. Pengoperasian dapur umum akan dilakukan oleh TP PKK Kecamatan maupun Desa. “Nanti ibu-ibu PKK yang akan mengelola dan memasukan untuk membuat nasi bungkus,” kata Camat Vino kepada Pasundan Ekspres, Senin (11/5).

Dia menambahkan, bantuan yang datang dari provinsi untuk program Gasibu itu hanya berupa beras. Adapun untuk lauk pauk, akan di koordinasikan lebih lanjut bersama dengan TP PKK Tingkat Kecamatan hingga Desa. “Insyaallah untuk lauk pauk akan di kondisikan, nanti masaknya di Kecamatan selanjutnya akan dibagikan ke warga. Teknisnya kita masak secara dua tahap,” ungkapnya.

Dapur umum ini, kata dia, akan didirikan pada Selasa (12/5) dan akan mulai dioperasikan pada Rabu. Namun demikian, pihak Kecamatan juga terbuka bagi warga yang ingin membantu untuk menjadi donatur dalam dapur umum. “Tentu kita sangat terbuka, bahkan Pak Bupati juga mengajak untuk bersama-sama dalam bahu membahu membantu warga termasuk dalam hal penyediaan makanan,” tuturnya.

Smentara itu dapur umum sudah didirikan di Kecamatan Cibogo. Camat Cibogo Sri Novia mengatakan di Kecamatan Cibogo ada 9 desa yang mendirikan dapur umum. Keberadaanya di pantau dan juga dilaksanakan oleh TP-PKK desa. “Di kecamatan Cibogo ada 9 Desa yang menggelar dapur umum, nah masing masing desa di pantau dan di laksnakan oleh ibu ketua TP-PKK masing-masing,” kata Sri.

Pendirian dapur umum itu berawal dari desa yang mendapat bantuan beras dari dari TP-PKK Jawa Barat yang di salurkan olah Bulog Subang. “Lauk pauknya dari swadaya masyarakat dibantu pemerintah desa. Nanti nasi bungkus itu akan dibagikan kepada masyarakat terdamapk seperti jompo dan yatim. Kami menargetkan 100 porsi perhari di setiap dapur umum, jadi jika 9 desa berati ada 900 porsi perhari yang dibagikan,” ungkapnya.

Warga Cibogo, Rohnah (48) mengaku mendapat nasi bungkus dari dapur umum. Hal tersebut memang sangat membantu dirinya. “Sebenarnya bantuan jangan hanya seperti ini saja. Tapi harus ada bantuan lain seperti bantuan modal untuk membuka usaha atau lainnya. Sehingga kita tidak bergantung terhadap bantuan seperti ini,” kata Rohnah.

Ia pun berharap berharap pemerintah agar bisa membantu makan sehari- hari. Pasalnya, dirinya yang hanya menjadi pemulung itu, kini tidak bisa berusaha lantaran tempat usahanya tutup sementara. “Tutup sementara, jadi saya gak mulung dulu otomatis jadi gak ada pendapatan,” pungkasnya.(ygi/ygo/sep)