Bantuan Sosial Beras Masih Dibutuhkan Warga

YUGO EROSPRI / PASUNDAN EKSPRES Rokidah sedang nampi beras, masih butuh BSB

SUBANG-Sejumlah warga miskin di Kabupaten Subang mengeluhkan berhentinya program Bantuan Sosial Beras (BSB) dari pemerintah pusat. Pasalnya, perekonomian yang semakin tak menentu akibat dampak pandemi Covid-19.

Salah seorang warga, Rokidah (42) mengaku masih membutuhkan bantuan beras tersebut. Karena bantuan beras tersebut sangat vital untuk masyarakat yang tidak mampu dan tidak memiliki usaha. “Masyarakat sebenarnya ingin bantuan sosial beras itu tetap ada,” katanya.

Dirinya merasa terbantu dengan BSB yang diterimanya sebanayk 15 kg perbulan pada bulan Agustus hingga September. Dia berharap agar BSB bisa kembali disalurkan kepada warga kurang mampu. “Saya dapat 15 kilogram sebulan, dan saya dapat di bulan Agustus dan September 2020. Saya ingin ada bantuan seperti itu lagi,” ujarnya.

Pimpinan Cabang Subdivre Bulog Subang-Purwakarta, Mitha Aryanti mengatakan penyaluran BSB sudah berakhir. Bantuan itu merupakan program Kementerian Sosial. “Kami hanya pengadaan berasnya saja, yang bekerjasama dengan pihak ke 3 untuk pendistribusiannya ke KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH,” katanya.

Dia menyebut sudah menyalurkan BSB ke 67.757 Kabupaten Subang.”Penyaluran BSB sudah dilakukan 3 bulan yaitu Agustus, September dan Oktober. Artinya sudah ada 45 kilogram beras disalurkan ke KPM. Sementara untuk bulan November dan Desember 2020 tidak ada, itu Kebijakan dari Kementerian Sosial. Kita hanya jalankan instruksi yang ada,” ujarnya.(ygo/sep)