BB POPT Jatisari Turun Lapangan

KENDALIKAN HAMA: Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Compreng, melakukan gerakan pengendalian hama secara semprot serempak. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Tekan Populasi Hama Wereng

COMPRENG-Untuk mengedukasi penanganan hama wereng bagi petani, Petugas Pertanian di Compreng hadirkan perwakilan BB POPT Jatisari untuk memberikan bimtek pengendalian hama yang populasinya cukup tinggi, area pesawahan di Dusun Sidawarna, Desa Mekarjaya, Kecamatan Compreng, kemarin (18/9).

Kegiatan Bimtek dan gerakan pengendalian hama itu, juga diikuti oleh Babinsa AD setempat, Siswa/siswi jurusan Pertanian SMKN 1 Compreng, serta para petugas pertanian dan POPT Kecamatan Compreng.

Dikatakan Cahyadi Irwan dari BB POPT Jatisari, kehadiranya bersama petugas pertanian di Compreng untuk melaksanakan penyuluhan serta melakukan gerakan pengendalian hama wereng.

“Jangan sampai petani melakukan sendiri, tapi kok hasilnya tidak ada,” kata Irwan.

Sebab menurutnya, manakala penanganan terhadap hama nomor satu yang sangat menyulitkan petani, disebabkan oleh berbagai macam hal. Diantaranya tidak tepat dalam pemilihan racun, cara membuat larutan semprot, waktu, sasaran, serta dosis dari pestisida.

“Makanya dengan gerdal serentak ini, kita arahkan, petani supaya ikuti prosedur yang benar modelna,” ucap Irwan.

Ia menambahkan, kerawanan OPT wereng sendiri kini merupakan hama yang paling dominan di wilayah Pantura Jawa Barat. mulai dari Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang dan Bekasi.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak terkait, untuk bersama-sama membasmi hama wereng, agar kejadian gagal panen beberapa waktu lalu tidak terjadi kembali.

Sementara itu, petani setempat Ahmad Saefudin mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan serta gerakan pengendalian hama tersebut. Menurutnya, bantuan dari pemerintah melalui hal seperti ini juga dibutuhkan oleh para petani.

“petani mungkin hanya asal semprot, ada penyuluhan seperti ini jadi tahu pengendalian dan masalah peningkatan produksinya ,” kata Ahmad.

Dikatakan Ahmad, dalam beberapa tahun kebelakang, serangan hama penyakit pada padi terbilang cukup tinggi. Untuk itu, selain berkaitan dengan pengetahuan, penyuluhan dan gerakan pengendalian seperti ini, sangat membantu dalam penanganan hama wereng.

“Untuk tanam sekarang belakangan ini sangat tinggi dan rentan penyakit, jadi petani sangat butuh bantuan pendampingan,” jelasnya. (ygi/dan)