Belajar Keanekaragaman Hayati di Taman Kehati Aqua Subang

Taman Kehati
PAPARAN: CSR Coordinator PT Tirta Investama Subang Rany Juliani memaparkan mengenai Taman Keanekaragaman Hayati Aqua Subang.

SUBANG-SMA Tri Surya Bangsa (Tri Yasa) yang berlokasi di Dusun Sukanagara Desa Cibitung, melakukan kunjungan dalam rangka kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup ke Taman Kehati PT Tirta Investama Subang.

Antusiasme sepuluh peserta terlihat dari semangat mengikuti kegiatan mulai paparan materi sampai dengan mengelilingi area konservasi Taman Kehati.

Jernihnya air yang keluar dari sumber mata air Cipondoh dan keindahan sungai Cipunagara membuat lupa akan rasa capek. Lontaran beberapa pertanyaan muncul dari para peserta mulai dari keingintahuan fungsi rorak, jenis-jenis konservasi dan bahkan ada pertanyaan tentang ekowisata.

Baca juga: Aqua Subang Bantu Sembako dan dukung Pembangunan Rutilahu untuk Warga Dusun Bantar Panjang

Anak didik juga belajar mengenai komposting, konservasi tanah, air dan pentingnya menjaga lingkungan. Manfaat dan cara pembibitan indigovera zollingeriana yang kaya akan serat dan protein untuk pakan ternak juga dipelajari anak-anak pada kesempatan ini.

Pada kesempatan tersebut, Rany Juliani CSR Coordinator PT Tirta Investama Subang menyampaikan PT Tirta Investama Subang merupakan salah satu perusahaan yang telah menerapkan Blue Operation dalam operasionalnya. “Blue Operation, yaitu pabrik yang ramah lingkungan dan ramah sosial dengan 5 pilar.

Antara lain: Sirkular Energi – berkomitmen menerapkan hemat energi, Sirkular Kemasan – berkomitmen menggunakan sampah kemasan yang bisa dipergunakan lagi – re packing, Sirkular Air – hemat penggunaan air, Blue In – peduli mengajak melakukan kebaikan lingkungan didalam pabrik dan Blue Out – mengajak melakukan kebaikan lingkungan diluar pabrik,” katanya.

Dengan luas 5ha Taman Kehati ini menyimpan banyak potensi, antara lain ekosistem tanaman, potensi edukasi, dan potensi kemitraan/pemberdayaan masyarakat. “Di Taman Kehati ini peserta dikenalkan berbagai macam tanaman yang mulai langka antara lain Damar (Agathis borneensis) Kluwek (Pangium edule) Bacang (Mangifera foetida) Nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang bisa berfungsi sebagai energi alternatif,” pungkasnya.(rls/vry)