Bentuk Pos Komando Bencana

SUBANG-Waspada bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, hingga puting beliung, atau disebut dengan bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang lakukan beberapa kesiapan.

Dijelaskan oleh Kalak BPBD H Hidayat, Kabupaten Subang memiliki potensi bencana hidrometeorologi. BPBD telah melakukan beberapa persiapan, termasuk koordinasi dengan beberapa pihak, menyamakan persepsi.

“Kita sudah adakan Rakor beberapa waktu lalu, dihadiri Pak Wakil Bupati juga, yang berdasar pada terbitnya SK Gubernur terkait dengan Pos kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Jawa Barat,” ungkapnya.

H Hidayat menjelaskan, akan segera membentukan pos komando. Sebagai implementasi kedepan untuk menghadapi situasi kondisi perubahan iklim l, yang tidak normal dengan insensitas hujan yang cukup tinggi, dan potensi bencana penyertanya. “Perlu dibentuk dimana satu komando, satu perintah, satu data dan satu langkah yang akan dilakukan. Itu akan dituangkan dalam SK Bupati terbentuknya komando penanggulangan bencana yang dibentuk tingkat Kabupaten, Kecamatan dan bahkan tingkat Desa,” tambahnya.

Waspada Pengaruh Cuaca Ekstrim

BPBD juga akan sesegera mungkin menginventarisir kekuatan peralatan yang ada dari seluruh instansi terkait, untuk selanjutnya melakukan perencanaan mitigasi bencana. Dia juga berpesan khusus kepada para Camat, agar waspada dan merespon cepat pada setiap gejala yang terjadi di wilayahnya masing-masing, terhadap bencana alam bilamana terjadi bencana. “Kita harus kompak sinergis dan terus melakukan komunikasi yang baik antara seluruh pihak,” pungkasnya.

BACA JUGA: (E-Paper) Pasundan 16 November 2020

Kang Akur sapaan akrab Wakil Bupati Subang Agus Masykur menyampaikan, pada saat ini sudah memasuki musim hujan. Pelaksanaan Rakor kesiapsiagaan bencana, dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh komponen pemerintah masyarakat dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Subang seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Tujuan dari rakor tersebut yaitu untuk meningkatkan koordinasi seluruh stakeholder penanggulangan bencana dalam menghadapi bencana alam di musim hujan ini. Kita inventarisir kekuatan peralatan yang ada dari seluruh instansi terkait Untuk selanjutnya melakukan perencanaan mitigasi bencana kita laksanakan peran sesuai peran masing-masing,” katanya.(idr/vry)