BPR Syariah Gotong Royong Tidak Sehat, Akan Disuntik Dana Penyertaan Lagi

H. Dadang Kurnianudin, Kepala Bapenda Subang.

SUBANG-BUMD BPR Syariah dikabarkan kondisinya tidak sehat. Dan rencananya BPR Syariah itu akan diberi modal kembali. Namun keputusan itu masih menunggu perhitungan dari OJK.

Diketahui BPR Syariah yang berdiri pada tahun 2014 itu, awalnya telah mendapat penyertaan modal dari Pemda Subang sebesar Rp 6 miliar.

Namun dalam perjalannya bank tersebut tidak mampu bertahan dan merugi. Dan membutuhkan kembali suntikan modal dari Pemda Subang. Pihak Pemda pun masih menunggu hasil perhitungan OJK.

Kepala Bapenda Subang H. Dadang Kurnianudin mengatakan, Bank BPR Syariah Gotong Royong Subang yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Subang. Yang berkantor di jalan otista no 115 C.

Pihaknya mendapatkan informasi bahwasanya bank tersebut tidak sehat dikarenakan tidak ada pemasukan untuk keberlangsungan bank tesebut. Sehingga membutuhkan adanya penyertaan modal kembali.

“Ya kemarin sudah di rapatkan memang kondisi nya seperti itu,” ujarnya.

Dijelaskan Dadang, menurut data dari Bapenda sendiri BPR Syariah Gotong Royong tersebut belum menyetorkan laba dan terlihat dari laporan tersebut sejak 2 tahun terakhir ini. Sejak tahun 2017 an dirinya pun tidak mengetahui laporan sebelumnya, menginggat bank tersebut sudah berdiri sejak tahun 2014.

“Apakah menyetorkan laba atau tidak nya. Kalau dilihat dari data kita BPR Syariah Gotong Royong Subang sudah 2 tahun kemarin tidak menyetorkan laba ke kita. Tahun – tahun sebelumnya semenjak bank tersebut berdiri apakah menyetorkan laba atau tidak nya, kita tidak tahu persis,” imbuhnya.

Dikatakan Dadang, terkait penyertaan modal kembali, pihaknya hingga saat ini, belum menerima perintah untuk mengeluarkan modal bagi BPR Syariah Gotong Royong.

Jika nanti hasil analisa dari OJK, bahwa bank tersebut perlu dan layak diberi modal, nantinya dana itu disiapakan dan perintahnya ada. Saat inipun BPR Syariah itu masih berjalan dan beroperasi.

“Ya masih berjalan seperti biasa layaknya bank pada umum nya, masih normal,” tuturnya.

Kabag Ekonomi Setda Subang Tarwan mengatakan, sesuai hasil rapat yang digelar disepakati Bank BPR Syariah Gotong Royong Subang tersebut akan di sehatkan kembali.

Ada sejumlah langkah yang akan di ambil Pemda Subang untuk membenahi BPR Syariah itu, mulai pembenahan sumber daya manusia, pembenahan skor bisnis, funding, (penyertaan modal), perbaikan rencana aksi bisnis dan juga prinsip ke hati-hatian.

“Dalam rapat kemarin, semua sepakat bank tersebut akan di sehatkan kembali. Namun kita lihat nanti hasil analisanya sepertia apa dan bagaimana. Besaran modal juga sesuai aturan OJK,” katanya.

Sementara itu Plt. Sekda Subang H, Aminudin mengatakan, Bank BPR Syariah tersebut harus di sehatkan karena masih ada semangat dan harapan baru bagi pemerintah daerah Subang.

“Masih ada harapan dan semangat baru. BPR Syariah Gotong Royong akan kita benahi,” pungkasnya. (ygo/dan)