Buka Jalur Baru, Pemda Dikritik Masih Banyak Jalan Rusak di Subang

Jalan Rusak di Subang
RUSAK: Potret jalan-jalan Kabupaten yang masih dalam keadaan rusak. Namun disisi lain, Pemkab Subang justru membuka akses jalan baru disejumlah titik. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

Lingkar Pamanukan Mangkrak Tak Jelas

SUBANG-Serangkaian pembangunan jalan baru di Subang pada tahun 2020 ini, serta wacana pembukaan jalur Cilamaya-Patimban Tahun 2021 mendatang mendapat respon aktivis pemekaran Pantura. Menurut Aktivis Pemekaran Pantura, Asep Maulana mengatakan selain soal Jalan Baru, Pemda memiliki PR soal jalan rusak di Subang yang masih banyak perlu perbaikan.

“Saya akan mendukung setiap program pemerintah baik itu dari Pusat hingga level Pemda. Adanya 3 proyek pembukaan jalan baru di Selatan, jalur lingkar Kota Subang serta jalur baru Cilamaya Patimban Tahun 2021 di Pantura, tapi ini jalan Kabupaten yang lama juga masih banyak yang rusak,” ucap Asep.

Meskipun dengan beragam faktor dan pertimbangan dan tanpa ingin menyinggung para pihak yang terlibat, ia melihat pembukaan jalan baru diwilayah selatan terasa begitu mudah.

Baca Juga: Ormas Manggala Garuda Putih Minta Pemkab Segera Urus Jalan Rusak

Namun Asep menekankan, perhatian Pemda soal perbaikan jalan Kabupaten terutama di Pantura yang masih rusak juga harus menjadi prioritas. “Pak Bupati bilang, Tahun 2021 akan ada terobosan jalan dari Cilamaya ke Patimban.

Memang itu bagus, sekaligus juga menyangga program Pemerintah Pusat terkait Patimban. Tapi jangan sampai jalan Pemda yang sudah tidak layak juga terus menerus tertunda,” ucapnya.

Jalan menuju Pasar Inpres Pamanukan memprihatinkan

Ia mencontohkan, jalan menuju Pasar Inpres Pamanukan yang menyangga geliat perekonomian rakyat sangat memprihatinkan. Hingga saat ini pekerjaan jalan tersebut yang notabene berada di wilayah Kota Pamanukan yang termasuk zona ekonomi terbesar kedua setelah Subang, belum juga rampung.

“Padahal tinggal sedikit lagi, apalagi di Pantura ini masih banyak jalan Pemda yang kondisinya rusak parah dan masih sangat panjang, ini harus menjadi catatan,” ungkap.

BACA JUGA:  Muharram Bulan Utama Santuni Anak Yatim

Namun, bukan berarti ia tak setuju dengan program pembukaan jalan baru di Subang. Hanya saja ia menyoroti, penentuan skala prioritas termasuk komitmen Pemda Subang dalam membenahi jalan-jalan yang rusak yang saat ini masih terhitung banyak tersebar diberbagai titik.

Sementara itu, Ketua Forum Pemekaran Pantura Subang, Sudihartono menyebut Pemda Subang dalam menjalankan programnya senantiasa mengedepankan prinsip keadilan dan pemerataan.

“Pemda Subang harus mampu melihat prioritas, mana yang mampu menunjang indeks pembangunan masyarakatnya. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan yakni bidang Kesehatan, pendidikan serta ekonomi yang perlu dilihat dalam sebuah pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menyebut, pembukaan jalan atau sebuah program pemerintah harus berdampak pada masyarakat utamanya yang mencakup 3 hal tersebut. “Mempertimbangkan efisiensi anggaran. Di Pantura masih banyak jalan Pemda yang Rusak,” ujarnya.

Selain itu, Sudi juga menyinggung mangkraknya pembangunan Jalur Lingkar Pamanukan. Padahal pembebasan lahannya sudah dilaksanakan sejak tahun 2006.

“Kita bukan berbicara Selatan atau Pantura tapi bisa dilihat, pembukaan jalur baru bisa terlaksana begitu cepat.

Tapi ini jalur ringroad di Pamanukan untuk keperluan pertanian, petambak juga wisata ke daerah Legonkulon dan tentu peningkatan ekonomi sampai sekarang tidak tahu kemana, silahkan dicek,” tambahnya.

Belum lagi soal lahan embung juga TPA di Pamanukan yang tanahnya sudah tersedia sejak 2006, namun juga hingga saat ini tak jelas kabarnya.

Sudi berharap Pemda Subang bisa melihat pelaksanaan program pembangunan yang mengedepankan prinsip pemerataan dan keadilan.(ygi/sep)