Bupati Surati Irda untuk Investigasi, BKPSDM: Buka Saja Siapa Oknumnya?

DISKUSI : Kepala BKPSDM Subang Cecep Supriatin sedang berdiskusi dengan Sekertaris BKPSDM. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Bupati kirim surat ke Irda untuk Investigasi, BKSPDM : buka saja siapa oknum tersebut ! Senin ( 14/1) terkait untuk adanya kejadian memalukan yang di duga dilakukan oknum dengan memanfaatkan situasi untuk pungli, memang menjadi perhatian serius bagi Pemkab Subang, adapun pihak

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Subang meminta kepada korban, agar membuka dengan terang benderang siapa oknum yang telah meminta uang dan segera melaporkan. Sementara itu, Bupati Subang sudah mengirim surat ke Inspektorat Daerah Kabupaten Subang, untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pungli tersebut.

Kepala BKPSDM Subang Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si mengatakan, untuk kaitan dengan adanya dugaan pungli hingga beredarnya percakapan via aplikasi ponsel WhatsApp antara korban dan oknum tersebut. Pihaknya menggarisbawahi, sebelum dilakukan adanya rotasi mutasi, pihaknya sudah membuat surat edaran, bahwasanya seluruh perangkat daerah tidak ada yang namanya pemgungutan uang.

Baik itu mutasi, promosi jabatan hingga pensiun. Jikalau di kemudian hari ada seperti itu bisa menghubungi tim saber pungli di nomor kontak 081220111047. “Saya sudah menekankan jika ada hal seperti itu silahkan hubungi tim saber pungli,” ujarnya.

Dijelaskan Cecep, mengenai adanya kejadian dugaan pungli yang dilakukan oknum insial W terhadap korban nya yang berinsial IM, Cecep meminta kepada korban yang berinsial IM itu membuka dengan terang benderang siapa itu oknum W.

Sehingga menjadi jelas dan terang benderang apakah W tersebut adalah PNS atau malah seorang sipil. Jika memang W tersebut PNS, maka ada Inspektorat Daerah yang akan memproses dan juga menindak W. Jika W itu sipil, maka ada pihak kepolisian yang siap memproses dan juga menindak.

“Saya sangat mendukung ini dalam rangka pemerintahan yang bersih, sehingga saya minta kepada korban IM agar membuka secara terang benderang itu siapa, agar bisa dilakukan penindakan,” ujarnya.

Dijelaskan Cecep, per hari ini sudah memohon kepada Bupati Subang agar meminta kepada Inspektorat Daerah agar melakukan investigasi, terhadap kejadiaan dugaan pungli rotasi-mutasi tersebut. Jika tidak salah surat permintaan untuk investigasi tersebut sudah sampai ke Inspektorat Daerah Subang untuk tindak lanjut. “Pagi tadi saya memohon kepada Bupati Subang agar meminta Irda Subang melakukan investigasi dan mengusut tuntas kejadian tersebut,” ujarnya.

Mengenai adanya pemberitaan di salah satu media di Kabupaten Subang adanya mafia jabatan, pihaknya merasa berterimakasih dengan adanya ulasan dari berita tersebut. Hal tersebut menjadi motivasi bagi pihaknya agar tidak ada pungli ketika ada pelaksanaan rotasi-mutasi dan juga kenaikan jabatan. “Justru saya berterimakasih terhadap media yang sudah mengangkat ulasan tersebut. Ini membuat kita evaluasi, sehingga pelaksanaan rotasi mutasi menjadi bersih,” ujarnya.

Cecep menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus siap ditempatkan dimana saja, sesuai dengan sumpah ASN dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 53 tahun 2010 berkaitan dengan disiplin pegawai. Maka dari itu, bagi ASN yang terkena rotasi mutasi hendaknya menerima apapun resiko perpindahan tugas, sesuai dengan sumpah jabatan ASN. “Sudah jelas dengan sumpah jabatan ASN, harus siap ditempatkan dimana saja. Itu harus dipatuhi,” ujarnya.

Sementara itu Plt Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Subang Memet Nurhikmat mengatakan, pihaknya sudah siap untuk melakukan investigasi terhadap kejadiaan dugaan pungli dalam pelaksanaan rotasi mutasi beberapa waktu yang lalu. “Kita siap untuk melakukan investigasi,” ujarnya.(ygo/vry)