Bursa Inovasi Desa Digelar di Zona 1 Subang

SEBAR GAGASAN: Para peserta Bursa Inovasi Desa (BID) zona 1 Subang usai menggelar pembukaan kegiatan BID tahun 2019 di Desa Wisata Bunihayu-Jalancagak Subang. Dalam kegiatan tersebut, peserta dituntut untuk datang, komit, tiru, dan maju dengan inovasi-inovasi desa. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Untuk Penyebaran Ide dan Penukaran Gagasan

JALANCAGAK-Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 zona 1 Subang, yang terdiri dari 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Jalan Cagak, Kecamatan Ciater, Kecamatan Segalaherang, Kecamatan Serangpanjang, Kecamatan Tanjung Siang, Kecamatan Cisalak, dan Kecamatan Kasomalang, diadakan di Desa Wisata Bunihayu Jalan Cagak, pada selasa (03/9) kemarin.

Forum penyebaran dan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa itu, dihadiri langsung oleh beberapa pejabat Dispemdes Kabupaten Subang, juga Asda 1 Bambang Suhendar, para Camat, para TP PKK dan para kepala desa, Tim Pelaksana Inovasi Desa, serta pendamping desa dari setiap desa di tujuh kecamatan zona 1 tersebut.

Kordinator Tenaga Ahli (TA) Bursa Inovasi Desa, Hj Marsiah S.Ag menjelaskan BID bertujuan untuk penyebaran ide dan penukaran gagasan, untuk tujuan mendongkrak inovasi-inovasi yang belum ditemukan oleh desa. Sehingga, nanti bisa melahirkan TPID (Tim Pelaksana Inovasi Desa) yang bersinergi dengan Pendamping Desa dan Kepala Desa, untuk memaksimalkan anggaran-anggaran yang terdapat di desa yang berkwalitas, tidak monoton hanya sekedar untuk infrastruktur saja.

BACA JUGA:  Didukung 80 Persen Perusahaan, ARD Masuk Bursa Ketua Apindo

“Selama ini kita tidak bisa menutup mata, APBDes masih prioritas untuk infrastruktur ya. Sedangkan harus juga teranggarkan untuk pemberdayaan, maka dari itu adalah BID ini, begitu. Dan sesuai dengan peraturan menteri, anggaran desa tahun 2020 harus didorong pada pemberdayaan masyarakat desanya sendiri,” jelasnya.

Dia berharap dengan diadakannya BID, TPID bisa bekerja sama dengan Pendamping dan Kepala Desa. Adapun secara teknis, akan disebarkan kartu komitmen pada setiap Kepala Desa, dengan beberapa inovasi desa yang sudah tersedia di kartu komitmen tersebut, sehingga kemudian bisa teranggarkan di MusrenDes.