Cegah Kekerasan Anak dan Perempuan, Dra Nunung: Antisipasi dengan Pakaian Sopan

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES KOODINASI: Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang, Dra.Nunung Suryani saat menanggapi isu kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Subang.

SUBANG-Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang, Dra. Nunung Suryani dengan tegas menyampaikan beberapa upaya terkait pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Subang. Hal tersebut diungkapkan ketika menanggapi kekerasan pada perempuan dan anak yang terdapat dalam pemberitaan sebelumnya.

Pada rapat koordinasi langsung lintas sektoral belum lama ini, Dra Nunung menyebut, peran masyarakat juga penting dengan lebih peka terhadap orang terdekat dan lingkungan sekitarnya. Semua itu, dalam upaya melindungi kaum perempuan dan anak-anak serta meminta stop kekerasan terhadap perempuan dan akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tindakan kekerasan dan pelecehan seksual bagi anak dan perempuan yang terjadi akhir-akhir ini, semestinya dapat diantisipasi dengan berbagai cara yakni berpakaian sopan. Kemudian, menghindari segala bentuk potensi terjadinya kejahatan dan melakukan kegiatan yang positif,” ungkapnya.

Dra. Nunung Suryani menyampaikan, keberadaan perempuan keteladanan dari orang tua kepada anak harus diberikan. Demikian juga perempuan harus menghargai dirinya, dengan cara tetap menjaga adat istiadat dan budaya, jangan berikan kesempatan timbulnya kekerasan dengan memancing mancing permasalahan.

“Mulai saat ini, khususnya anak-anak harus mengetahui batasan-batasan pergaulan yang mana diperbolehkan maupun yang tidak. Jangan mudah percaya dengan siapapun. Perbanyak kegiatan ekstrakurikuler positif di sekolah,” paparnya.

Sedangkan bagi perempuan, lanjutnya, terlebih zaman tekhnologi yang semakin pesat seperti saat ini, hendaknya menghindari segala potensi timbulnya tindakan kekerasan dan pelecehan seksual. “Seperti tidak memajang foto sendirian di sosial media, yang akan membuat lawan jenis tertarik,” tambahnya.

Dra Nunung juga mengajak untuk memberikan perhatian terhadap anak dinomorsatukan, dengan men-stop kekerasan dalam bentuk apapun baik ucapan maupun tindakan. Menurutnya, juga gaya mendidik orang tua harus dinasmis, tidak boleh surut ke belakang melainkan harus sesuai dengan zaman. “Beri peluang kepada anak-anak untuk memilih masa depan dan tetap dalam bimbingan orang tua,” ungkapnya.

Sebelumnya disampaikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Poleres Subang Aiptu Nenden Nurfatimah sepanjang awal Januari sampai dengan September 2020, ada sekitar 25 kasus yang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Subang.

“Pengawasan orang tua juga menjadi faktor penyebab, rata-rata perempuan dan anak yang menjadi korban pada usia SMP dan SMA,” pungkasnya.(idr/vry)