Cegah Penyebaran Covid-19, Disparpora: Pengelola Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES PARIWISATA BANGKIT: Kasi Pengembangan SDM Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Disparpora Kabupaten Subang, Ida Erlinda (kiri) saat diwawancarai oleh Yusup Suparman dalam acara Talkshow di Graha Pena Pasundan Ekspres, beberapa waktu lalu.

SUBANG-Kasi Pengembangan SDM Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Disparpora Kabupaten Subang, Ida Erlinda mengungkapkan strategi pencegahan Covid-19 bagi pengelola wisata di Kabupaten Subang.

Menurutnya dalam kondisi pandemi ini, kawasan pariwisata ikut terdampak secara ekonomi. Untuk memperbaiki itu maka diperlukan peran dan  strategi bagi pengelola wisata untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kita sudah buat Standar Oprasional untuk meminimalisir penularan Covid-19 ini, dari semua sektor pariwisata, baik hotel, rumah makan, dan destinasi wisata,” ungkapnya.

Dia mengemukakan, salah satu standar oprasional yang diberlakukan misalnya adalah pengecekan suhu tubuh, tidak memberlakukan pembayaran tunai, melainkan pembayaran non tunai, memakai masker, dan membatasi pengunjung.

“Misalkan satu hari menerima tamu 50, sekarang cuma diperbolehkan 25 orang saja, dan tidak menerima tamu dari wilayah zona merah, kemudaian tidak diperkenankan menginap di homestay (rumah masyarakat), kecuali jika membawa tenda sendiri,” tambahnya.

Secara umum memang para pengelola sektor pariwisata itu mengeluh dengan diberlakukannya standar oprasional di masa pandemi ini. Namun saat ini tidak punya pilihan lain, dari pada tidak ada aktivitas sama sekali.