Cerita Warga Subang, Dari Rakyat Sampai Pejabat, Kehilangan Momen Salat Idul Fitri di Alun-Alun

SOSIAL DISTANCING: Wakil Bupati Subang Agus Masykur menjalani Salat Idul Fitri di rumah dinasnya bersama keluarga inti. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Sudah menjadi ritual setiap tahun pada momen lebaran, warga Kecamatan Subang khususnya yang berada di Kelurahan Subang, Soklat, dan Cigadung berbondong-bondong memadati Alun-alun Subang untuk menjalankan Salat Idul Fitri berjamaah. Ada banyak cerita pada setiap tahunnya bagi yang sudah biasa melaksanakan ritual setiap pagi di hari lebaran tersebut. Namun tahun ini berbeda. Lebaran seperti kehilangan satu momen dari sekian banyak momen-momen yang ada.

LAPORAN: INDRAWAN SETIADI, Subang

Alun-alun Subang di hari lebaran tahun ini seperti kesepian, setiap sudutnya tidak dipenuhi oleh koran-koran bekas sebagai alas sajadah para jamaah. Tidak ada lagi cerita setelah Salat membicarakan soundsystem yang tidak terdengar sampai ke barisan paling belakang, hingga para jamaah kebingungan mengikuti instruksi solat dari imam dan hanya mengikuti barisan depan yang terdekat. Tidak ada tebakan dengan saudara apakah pas Salat mulai akan ada suara tangis anak apa tidak. Kemudian setelah selesai Salat warga Subang pergi pulang sambil silaturahmi di perjalanan, bertemu tetangga, hingga mendadak berswafoto. Tahun ini semua peristiwa-peristiwa itu hanya gambar-gambar kenangan yang tidak bisa warga Subang nikmati.

Dian Handayani (42) menceritakan betapa sudah merindukan momen-momen itu saat lebaran. Momen dimana pergi bersama pagi-pagi dengan keluarga dari rumah, membawa tikar, menuggu solat dimulai mendengar sambutan bupati.

“Iya seperti ada yang kurang momen lebaran. Cuma mau bagaimana lagi ini untuk kebaikan kita semua. Toh, saya yakin dan percaya hanya terjadi pada lebaran tahun ini saja. Aamiin.. Mudah-mudahan kita dipanjangkan umur, sehingga bisa menikmati momen lebaran seperti biasa di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Rupanya tidak hanya dirasakan oleh rakyat biasa, bahkan pejabat, orang Nomor Dua di Kabupaten Subang juga merasakan hal yang sama. Tidak bisa melaksanakan Salat Idul Fitri berjamaah di Alun-alun Subang seperti biasanya. Wabup Agus Masykur melaksanakan Salat Idul Fitri di halaman rumahnya bersama keluarga inti. Dia juga mengungkapkan alasan mengapa Pemkab Subang tidak menyelenggarakan Salat Idul Fitri, baik di Alun-alun ataupun di Masjid Agung. Menurutnya, karena mengikuti fatwa MUI Kabupaten Subang, terkait Pandemi Covid-19.

Namun kendati dalam keadaan yang berbeda pada lebaran tahun ini. Agus Masykur tetap mengajak warga subang untuk bersyukur dan berharap agar setiap doa bisa dikobul Allah Swt, untuk kebaikan seluruh rakyat Subang, dan Indoneaia pada umumnya.

“Ya memang berbeda, mau bagaimana lagi, namun tetap kita harus mensyukuri nikmat ini. Bahkan, tidak hanya untuk Subang, seluruh dunia merasakan dampak dari Pandemi Covid-19 ini. Kita berdoa juga berusaha terus agar Covid ini segera berlalu, sehingga aktivitas masyarakat, juga perekonomian kembali pulih. Mohon maaf lahir dan batin,” ungkapnya.(*)