Dampak dari Belajar Online, Pelajar Menumpang Kuota Ke Tetangga

Belajar Online
TIDAK MASALAH: Dede menceritakan banyak pelajar yang menumpang kuota di rumahnya setiap hari. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Dampak belajar online, pelajar di Kabupaten Subang menumpang kuota ke tetangga. Sekolah yang meliburkan para pengajar dengan sistem work from home (WFH), membuat kuota sangat dibutuhkan. Warga Rawabadak Subang RT 101 RW 28 Dede Rohendi (39) mengatakan, dampak dari belajar online yang diterapkan terhadap para pelajar di Kabupaten Subang, menjadikan banyaknya murid-murid menumpang kuota ke halaman rumahnya.

Hal tersebut hampir terjadi setiap hari. “Ada lima sampai tujuh pelajat yang menumpang kuota di rumah saya. Kebanykan pada pukul 07.00 WIB mereka datang,” ujarnya.

Pelajar yang menumpang kuota, Dede menuturkan, beralasan karena tidak bisa membeli kuota untuk mengikuti pelajaran dari sekolah tempat mereka belajar. Dede tidak mempermasalahkan, dikarenakan memasang Wi-fi di rumahnya. “Saya pasang Wi-fi di rumah. Ga keberatan sih, cuma seharusnya pemerintah melihat hal seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Pembelajaran Daring: Tantangan terhadap Pembentukan Karakter Bangsa

Dede meminta kepada Pemerintah Pusat agar bisa memberikan kuota gratis dan cuma-cuma terhadap para pelajar, untuk mengerjakan pelajarannya. “Tolong pemerintah ada program untuk itu, kasihan mereka yang menumpang kuota tiap hari,” katanya.

Warga lainnya Dimas (35), Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang memberlakukan internet grartis, sepertinya tidak bisa terjangkau semua kalangan. Pasalnya, internet gratis ditempatkan hanya di lokasi-lokasi tertentu, seperti kantor kecamatan, RSUD dan lainnya.

“Kan ada program itu.Tapi, masa mau mengerjakann tugas, anak saya harus ke kantor kecamatan?” katanya.(ygo/vry)