Dampak Pelabuhan, Pendapatan Nelayan Minus

PELELANGAN: Suasana pelelangan ikan di TPI Trungtum. Kondisinya terlihat sepi dibandingkan dengan biasanya. Pendapatan nelayan menurun dampak aktivitas pelabuhan. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Aktivitas Pelelangan Sepi

PUSAKANAGARA-Nelayan di Desa Patimban alami masa-masa sulit. Selama dua bulan terakhir ini, nelayan kesulitan menangkap ikan.

Ketua KUD Mina Misaya Guna M. Rusdi menuturkan, selama emapat hari awal puasa, bisa dihitung setiap harinya hanya tiga perahu yang masuk ke KUD yang melelang hasil tangkapannya.

“Sehari yang masuk tiga perahu, boro-boro buat ABK, untuk solar aja pas-pasan. malah ini minus,” kata Rusdi.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi ikan yang berasa di daerah pinggiran laut sulit didapat karena aktivitas pemancangan di lepas laut Patimban.

“Biasanya dipinggir laut, ga jauh itu ikan ada ada. Tapi sekarang susah. Nelayan juga jadi pada males berangkat. Ya gimana, kalaupun berangkat itu untuk ongkos solar aja hasilnya tidak cukup,” terang Rusdi.

Lebih lanjut, jika biasanya pelelangan dilakukan hingaa pukul 15.00-16.00 WIB baru selesai, yang terjadi saat ini justru pukul 13.00-14.00 pelelangan sudah selesai.

“Sudah dua bulanan seperti ini, kita 70% menurun drastis. Akhir februari itu 50%, tolonglah kami minta perhatiannya. Ini buat makan sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu Nelayan lain yang juga pemilik perahu, H. Ranita mengatakan dalam sebulan saat ini hanya bisa meraup pendapatan Rp 1.600.000. Padahal biasanya paling tidak dalam satu bulan Rp 11 Juta bisa menjadi penghasilan tetapnya.

“Mau beli solar aja tidak cukup, itungan rugi masuk 1 bulan cuma 1,6 juta. Buat kerusakan, pemeliharaan perahu dan solar masih minus,” ucapnya.

Dengan kondisi saat ini, ia mengaku cukup berat. Bukan hanya untuknya tapi para Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja juga dengannya. Sebab, saat ini untuk mendapat penghasilan Rp 1 Juta dirasa sulit.

BACA JUGA:  Progress Pembangunan Jalan Pelabuhan Patimban Capai 4,7 %

“Agak sulit memang sekarang, serba bingung. Nelayan juga pada males. perahu ada tapi tidak melaut karena hasilnya minim. Bahkan banyak juga yang ke Jakarta, mencari ikan nya di sana,” tukasnya. (ygi/dan)