Dana Penanggulangan Covid-19 Dipertanyakan, Pemda Dinilai Tidak Transparan

SUBANG-Fraksi Partai Gerindra DPRD Subang mempertanyakan penggunaan dan transparansi dana penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Subang. Pasalnya, Pemda Subang tidak menjelaskan secara rinci penggunaan dana sebesar Rp150 miliar tersebut.
Anggota Fraksi Gerindra, Yayang Ari Wijaya mengatakan Pemda Subang harus bisa menjelaskan dana penanggulangan covid-19 kepada masyarakat. Mulai dari dampak, rincian bantuan seperti apa sehingga masyarakat tidak khawatir. “Disini peran pemerintah tidak menjelaskan dengan rinci dana penanggulangan covid-19 itu, wajar saja banyak yang mempertanyakannya,” katanya.

Ia pun meminta Gugus Tugas agar transparan dalam penggunaan anggaran penanganan covid-19 itu, maupun bantuan sosial (Bansos) yang diberikan langsung kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak berburuk sangka ditengah pola pikir masyarakat yang sangat kritis. “Dibutuhkan transparansi, apalagi dengan kondisi yang sangat susah seperti ini,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, jika penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berdampak pada perekonmian. “Jangankan digelar PSBB, sebelum digelar PSBB juga perekonmian sudah terlihat berpengaruh. Tapi penerapan PSBB itu sangat baik,” ungkapnya.

Selain itu, covid-19 sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyasrakat yang berprofesi sebagai buruh dan petani. Seperti contoh saat ini petani mengeluhkan hasil produksinya yang di hargai sangat murah, sehingga berimbas terhadap harga begitupun juga buruh yang saat ini banyak di PHK. “Pemerintah harus memberikan perhatian secara massive,” ujarnya.

Salah seorang warga Cibogo, Darim (45) mempertanyakan kejelasan bantuan sosial yang saat ini sangat dibutuhkan. Pasalnya, temuan dilapangan bantuan itu tidak tepat sasaran. “Harus jelas juga, warga yang rumah nya sudah permanen tapi masih dapat bantuan. Sementara yang tinggal di gubuk tidak dapat bantuan,” ujarnya.(ygo/sep)