Dekopinda: Digitalisasi Koperasi Akan Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES PEMAPARAN: Ketua Dekopinda Kabupaten Subang H. Daeng Makmur Tahir saat memaparkan digitalisasi koperasi.

SUBANG-Sambut industrialisasi di Subang dan perkembangan zaman, serta kecanggihan tekhnologi, Ketua Dekopinda Kabupaten Subang H. Daeng Makmur Tahir menyebut tiga tugas Dekopinda yang harus diemban. Diantaranya, melakukan pelatihan Koperasi, Advokasi bimbingan kepada anggota Koperasi, dan ketiga mensosialisasikan koperasi dalam perkonomian.

Dia menyampaikan jika koperasi perlu berperan dalam mensejahterakan masyarakat. Kabupaten/Kota wajib membina koperasi. Dekopinda harus segera membangun dan mengimplementasikan di sektor riil.

“Koperasi harus gaul, gaul itu adalah kolaborasi, yaitu kerjasama dengan siapa saja yang ingin memajukan perekonomian. Selain kolaborasi harus ada inovasi dan kreatifitas. Dekopinda dalam hal ini menggandeng tenaga professional, menjadi sponsor aplikasi icalan.id. Karena itu koperasi di Kabupaten Subang di tahun-tahun mendatang harus lebih maju,” ujar Daeng.

Sementara itu, Gemaskop (Gerakan masyarakat sadar koperasi) juga diharapkan bisa tumbuh di Kabupaten Subang. Bupati Subang, H.Ruhimat mengungkapkan jika koperasi berperan penting untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Koperasi sangat berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Subang. Hal itu dapat dibuktikan pada saat krisis ekonomi tahun 1998, terbukti Koperasi menjadi penyelamat ekonomi, dan kini kita sedang menghadapi resesi ekonomi karena pandemi Covid-19,” ungkap H.Ruhimat saat Pembinaan Intensif Koperasi sektor Riil, yang diselenggarakan oleh Dekopinda di Aula Gedung Dekopinda Subang, Selasa (22/9) pagi.

Menurutnya, Subang harus bangkit dari keterpurukan. Ia sendiri yakin, Koperasi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan secara otomatis perekonomian negara akan terdongkrak, bahwa koperasi terlahir dari masyarakat terbawah. Koperasi juga sangat erat kaitannya dengan jiwa masyarakat yaitu gotong royong. “Maka dari itu dalam kesempatan ini, saya ingatkan bahwa masyarakat harus waspada terhadap kehadiran koperasi bodong ataupun bank emok. Jadilah anggota dari koperasi yang terdaftar di dinas koperasi dan memiliki badan hukum,” tegasnya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Masih Nganggur

Dia menambahkan, Kabupaten Subang harus menjadi kabupaten Koperasi yang pernah disandang Subang pada tahun 90-an. Ia berharap 25 persen penduduk dewasa di desa, menjadi anggota koperasi dan tetunya masyarakat lebih produktif, melalui usaha perdagangan, pertanian, ekonomi kreatif maupun jasa.

“Untuk itu saya mendorong supaya koperasi bisa beradaptasi dengan kondisi yang serba digital. Serba cepat dan harus bersaing secara sehat melalui jejaring internet untuk memasarkan setiap produk anggota sampai go internasional. Saatnya UMKM dan Koperasi Go digital, dengan aplikasi Icalan.id, Solusi lengkap digitalisasi UMKM dan Koperasi,” pungkasnya.(idr/sep)