Deteksi Dini OPT, Lakukan Pengamatan

PENGAMANTAN: POPT BPP Kecamatan Compreng Omsah Neelam, saat melakukan pengamatan OPT/Hama di salahsatu lahan sawah di wilayah Compreng. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Tanam Refugia Cegah OPT Berkembang

COMPRENG– Lahan pertanian di Kecamatan Compreng hanya tinggal meyisakan 15 % lahan yang belum ditanami padi. Saat ini lahan yang yang sudah ditanami padi mencapai 80% dengan rata-rata umur padi 1-30 hari.

Menurut POPT BPP Kecamatan Compreng Omsah Neelam, saat ini 4 Desa di wilayah Compreng yakni Desa Sukadana, Mekarjaya, Compreng serta Kalensari mulai banyak petani yang mulai tanam padi.

“Desa Kiarasari, Jatireja sama Sukatani itu duluan tanam sedang yang ramai tanam Sukadana, Mekarjaya , Compreng, Kalensari,” ucap Omsah.

Omsah menuturkan saat ini hama penyakit di wilayah pertanian Compreng belum terlihat signifikan. Namun kata dia, saat ini para petani juga telah diberikan imbauan mengenai waspada hama tikus, keong mas dan penyakit kresek akibat curah hujan tinggi.

“OPT nya belum terlihat, tapi untuk tikus kita imbau untuk waspada ya,” jelasnya.

Ia menuturkan, saat ini BPP Compreng melakukan pengamatan tetap sebanyak 4 titik, untuk memantau perkembangan hama yang melibatkan Taruna SMKN Compreng. “pengamatannya rutin seminggu sekali per titik. sub 1 di Kiarasari, sub 2 di Jatireja, sub 3 di Mekarjaya dan sub 4 di Sukadana,” imbuhnya.

Selain itu kata Omsah, memanfaatkan musim hujan yang sudah masuk, PPL serta POPT juga terus mengembangkan dan menanam tanaman refugia untuk menajaga keseimbangan ekosistem, juga menekan populasi WBC.

Lalu, untuk kesiagaan penanganan OPT, di BPP Compreng telah dibentuk Posko Waspada OPT. Adanya posko sendiri diharapkan perkembangan OPT dapat dideteksi secara dini, sehingga masalah hama dan penyakit tanaman bisa teratasi.
“Disini sudah ada Posko mengenai OPT, jadi petani bisa beri informasi atau bertukar info mengenai hama agar bisa dikendalikan sejak dini,” tutup Omsah. (ygi/dan)