Dewan Soroti Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
DIWAWANCARA: Anggota DPRD Subang Fraksi Gerindra Masroni bersama anggota DPRD Albert saat diwawancari usai upacara peringatn HUT RI ke 75. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Dorong Distribusi Segera Dibenahi

SUBANG-Kelangkaan pupuk bersubsidi yang dialami petani di Pantura Subang menjadi sorotan Anggota Dewan. Hal ini diutarakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi Gerindra, Masroni usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia di Kecamatan Pusakanagara, Senin (17/8).

Masroni menuturkan, persoalan kelangkaan pupuk ini pun ia mendengar dari keluh kesah para petani. Namun disisi lain imbas langkanya pupuk ini berkaitan dengan pembatasan atau quota pupuk bersubsidi bersamaan dengan berlakunya kartu tani. “Jadi pupuk yang turun, yang disubsidi pemerintah itu disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki petani yang terdaftar dal program kartu tani,” ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, input data kartu tani telah dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir. Namun, memang masih banyak petani yang belum tercover dalam kartu tani. “Akibatnya kebutuhan dilapangan tidak sesuai dengan pupuk bersubsidi yang turun. Hal ini juga sebetulnya jadi perhatian Dinas Pertanian termasuk ditingkat UPTD Pertanian Kecamatan,” jelasnya.

Harus dicari solusinya segera

Untuk itu, ia mendorong agar distribusi pupuk bersubsidi bisa segera dibenahi. Meskipun saat ini penyalurannya menggunakan sistem kartu tani. “Harus dicari solusinya segera, agar kelangkaan pupuk ini bisa tertanggulangi,” ucapnya.

Seperti diberitakan Pasundan Ekspres Sebelumnya, Petani di Kecamatan Pusakajaya keluhkan sulitnya mendapatkan pupuk urea. Bahkan, banyak petani yang sudah kesana kemari termasuk ke luar daerah untuk mencari pubuk namun masih tetap alami kesulitan.

Hal ini diutarakan oleh Kepala Dusun II Desa Bojongjaya Kasdi yang telah menerima berbagai keluhan dari Petani dalam beberapa waktu terakhir. “Untuk pupuk sungguh sangat sulit pak, ini saya ngobrol dengan petaninya langsung merasa kesulitan,” ucapnya.

Petani setelah berkeliling di Kecamatan-kecamatan di Subang untuk mencari pupuk, namun tetap saja tak dapat dan kesulitan. Banyak juga petani yang menyampaikan keluhan tersebut pada pemerintahan desa termasuk pada dirinya yang menjabat kepala dusun. “Mohonlah kepada pihak yang berwenang untuk segera mencari solusi terkait keluhan dari petani ini,” ucap Kasdi.

Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Pusakajaya Surni SP menyebut, terkait dengan sulitnya petani mendapatkan pupuk, dari informasi yang diketahui ada pengurangan dosis/quota dari pemerintah. “Karena kartu Tani mulai diberlakukan, jadi sudah mulai diberlakukan kuota untuk pupuk bersubsidi,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama 3-4 tahun kemarin, UPTD bersama penyuluh termasuk Bank Mandiri setelah berusaha untuk menjaring data dan persyaratan bagi para petani untuk mengakses kartu Tani. “Sebab dengan penggunaan Kartu Tani ini petani bisa mengakses pupuk bersubsidi dengan beberapa rincian,” ucapnya.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, pupuk yang turun jumlahnya hanya 50% dari total luasan lahan di Kecamatan Pusakajaya sebesar 3907 hektare.(ygi/sep)