Dianjurkan Pilih Jasa Travel Berizin, Waspadai Penipuan Biro Umroh

BERBINCANG: Kepala Kemenag Subang, H. Abdurahim (paling kanan), saat berbincang dengan salah satu tokoh agama Kabupaten Subang. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Minat masyarakat Kabupaten Subang untuk berangkat umroh cukup tinggi. Hampir setiap bulannya ada puluhan masyarakat, dari berbagai kecamatan di Kabupaten Subang berangkat ke Tanah Suci. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Subang, H. Abdurahim, beberapa waktu lalu saat menghadiri acara pembukaan PT Rizma Cahaya Utama, di islamic center.

Menurutnya, minat masyarakat Kabupaten Subang untuk ibadah umroh memang tinggi dan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Abdurahim berharap agar masyarakat lebih hati-hati, jangan sampai menjadi korban penipuan perjalanan travel umroh.
“Kita sudah berikan imbauan kepada masyarakat Kabupaten Subang agar tidak mudah terpengaruh dengan promo-promo, apalagi tarif murah. Promo tarif murah itu patut dicurigai,” katanya.

Ada beberapa kriteria biro perjalanan umroh yang sehat, di antaranya sudah memiliki izin dari kementerian agama, pastikan sudah punya kantor, pastikan sudah punya nomor porsi umroh, pastikan jadwal keberangkatan, pastikan tempat penginapan, dan lain sebagainya.

“Sekarang itu peserta yang mendaftarkan diri ke biro perjalanan haji sudah tau kapan dia akan berangkat, menggunakan pesawat apa. Nomor porsi juga sudah dapat, ya sama dengan nomor posting haji. Jika itu tidak ada, maka harus waspada,” jelas Abdurahim.
Hingga saat ini, dirinya belum menerima laporan adanya masyarakat Subang yang terkena tipu biro perjalanan umroh. Namun demikian, dirinya berharap agar peristiwa itu tidak terjadi di Kabupaten Subang.

“Jangan sampai terjadi. Makanya harus waspada,” imbuhnya.
Dia menyebut saat ini hanya ada 2 biro perjalanan umroh yang terdaftar di Kemenag Subang. Peluang industrialisasi bisnis tersebut menurutnya, memicu biro umrah tidak melaksanakan ketentuan dari peraturan Kemenag sehingga biro umrah bisa mengambil keuntungan besar alias penipuan secara massal.
“Saya juga mau menghimabu pada pengusaha perjalanan umroh ini agar kembali pada niat, yaitu menjadikan seseorang mabrur berumroh, jangan tergoda,” pungkasnya.(idr/sep)