Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Targetkan 9.000 Orang Rapid Test

Tunggu Bantuan Tahap Ketiga

SUBANG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang menargetkan 9.000 orang di rapid test, untuk screening antibodi dalam tubuh. Dinkes akan meneliti perlusaan virus Covid-19. Hingga saat ini, Dinkes Subang sudah menggelar Rapid test kepada 5.050 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Nunung Syuhaeri MARS saat ditemui Pasundan Ekspres mengatakan, sejauh ini rapid test baru dilaksanakan kepada 5.050 warga Subang yang dilakukan pengecekan untuk men-screening anti bodi tubuh. Ke depan pihaknya menargetkan akan rapid test kepada 9.000 warga Subang. “9.000 orang itu minimalnya. Jadi kemarin sudah 5.000, ya tinggal 4000 an lagi target kita,” ujarnya.

Target 9.000 orang rapid test, dr Nunung menjelaskan, diihat dari Kabupaten Subang dengan rumusan 0,6 persen dari jumlah penduduk. Angka 0,6 persen tersebut adalah batas minimal untuk menjaring warga yang diduga terpapar virus korona, sehingga dalam 0,6 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Subang tersebut harus dilakukan rapid test. “Ada perhitungannya. Yaitu minimalnya 0,6 jumlah penduduk Kabupaten Subang harus di rapid test,” jelasnya.

dr Nunung mengingatkan bahaya Orang Tanpa Gejala (OTG), yang bisa menjadi carrier atau pembawa virus Covid-19 karena sangat susah mendeteksinya. Maka dari itu, pihaknya meminta agar masyarakat di rumah saja, sehingga tidak bertemu dengan OTG. “Yang paling susah dideteksi adalah OTG itu. Makanya, kita minta masyarakat Subang jangan keluar rumah dan tidak keluar jika tidak ada keperluan mendesak,” imbuhnya.

Mengenai bantuan Alat Pelindung Diri (APD), dr Nunung menuturka Kabupaten Subang mendapatkan bantuan dari Kementrian, Provinsi Jawa Barat, dan juga dari pihak swasta. Bantuan tesebut sudah tersalurkan. APD tersebut kebanyakan untuk para petugas di 40 Puskemas dan di RSUD Kelas B Subang. “Segala bantuan yang diterima Kabupaten Subang mulai dari Kementrian, Provinsi Jawa Barat, swasta, itu untuk para petugas Puskemas dan RSUD Subang,” tuturnya.

Nunung menambahkan, bantuan APD tahap kesatu diterima sebesar Rp2,5 miliar diperuntukan APD bagi puskemas dan RSUD Kelas B subang. Tahap kedua sebesar Rp2,2 miliar khusus untuk puskemas, sedangkan tahap ketiga Dinkes Subang mengajukan Rp10 miliar untuk pembelian APD dan juga operasional puskemas juga DiInkes Subang. “Kita mendapatkan bantuan tersebut. Tahap ketiga ini kita mengajukan Rp10 miliar untuk Dinkes dan puskemas, mulai dari APD, disinfektan, hingga untuk operasional,” tandasnya.

Bantuan Pengadaan APD, Hand Sanitizier, Disinfektan hingga Operasional

Tahap 1
Dinkes Subang dan RSUD Kelas B Subang mendapatkan bantuan APD dari dana tak terduga sebesar Rp2,5 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Subang
(sudah dibelanjakan dan sudah terpakai)

Tahap 2
Dinkes Subang menerima bantuan APD dari dana Dana Insentif Daerah (DID) yang bersumber dari APBD Kabupaten Subang sebesar Rp2,2 miliar
(sudah dibelanjakan dan sudah dipakai)

Tahap 3
Dinkes Subang mengajukan bantuan APD hingga operasional, pembayaran pelindung kesehatan, swab, rapid test dan lainya dari APBD Kabupaten Subang sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut untuk 3 bulan ke depan. (ygo/vry)