Dipangkas Rp227 Miliar, Pemda Subang Kencangkan Ikat Pinggang

FOKUS COVID-19: Wakil Bupati Subang, Agus Masykur saat menyerahkan APD kepada pegawai Puskesmas di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini Pemda tengah fokus menangani Covid-19. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Kencangkan ikat pinggang! Begitulah Wakil Bupati Subang, Agus Masykur mengatakan kondisi yang tengah dialami Pemda Subang dalam melaksanakan program di tengah Covid-19. Apa yang dikatakannya beralasan, akibat pandemi Covid-19 ini Pemda Subang pun terkena dampak secara keuangan.

Pemerintah pusat memangkas dana transfer pusat ke Pemda Subang sebesar Rp227 miliar. Pemotongan tersebut untuk penanganan Covid-19.

Selain pendapatan dari pemerintah pusat yang mengalami pemotongan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di triwulan kedua (April, Mei dan Juni) pun diprediksi mengalami penurunan.

“Dengan adanya pengurangan sekitar Rp227 miliar APBD kita dari sisi pendapatan, mau tidak mau kita mengencangkan ikat pinggang dalam pembangunan Kabupaten Subang. Tentu pada akhirnya akan mempengaruhi pembangunan di Kabupaten Subang,” ungkap wakil bupati berkacamata itu kepada Pasundan Ekspres, belum lama ini.

Dengan pendapatan berkurang yang kemudian pembangunan atau program yang telah direncanakan terkena imbasnya, hal tersebut terlihat dengan adanya penundaan sejumlah program kegiatan Pemda Subang.

Wabup khawatir jika sejumlah program tidak ditunda, Pemda tidak mampu membayar. “Kita kunci dulu kegiatan-kegiatan, project-project yang ada agar kita bisa menentukan dulu. Khawatir ketika project jalan, terus kita engga ada uang untuk bayar,” ujarnya.

Wabup menuturkan, pemotongan anggaran sebesar Rp227 miliar oleh pemerintah pusat sangat berat bagi Pemda Subang untuk membangun sesuai dengan yang telah direncanakan dari awal. Apalagi Pemda, kata dia, harus melakukan relokasi dan realokasi kegiatan-kegiatan untuk pencegahan Covid-19.

“Ya mau tidak mau kami terus berupaya untuk menyesuaikan atau menyeleraskan dengan anggaran yang ada. Namun yang jelas saat ini kita fokus dulu untuk menyelesaikan Covid-19,” ujarnya.

Meskipun saat ini tengah fokus penanganan Covid-19, kata dia, Pemda juga menganalisa kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan. Mana yang bisa ditunda sementara waktu dan kegiatan mana yang paling urgen untuk dilaksanakan.

Kepala Badan Keuangan dan Asset Daerah (BKAD) Subang, H Syawal mengatakan, pemangkasan dana transfer dari pusat tersebut berdasarkan PMK No. 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah & Dana Desa TA 2020 Dalam Rangka Penanganan Covid-19 Dan/Atau Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional.

“Pemangkasan tersebut cukup signifikan hingga mencapai 11 persen,” ungkapnya.
Akibat dari pemangkasan tersebut, kata Bendahara Pemda Subang itu, dilakukan rasionalisasi belanja. Mulai dari belanja makan minum, perjalanan dinas, alat tulis kantor, hingga pengadaan pakaian dinas sudah dilakukan.

Dia mengatakan, rasionaliasi tersebut tidak dilakukan kepada belanja yang sifatnya penting dan prioritas. Belanja-belanja prioritas tetap dipertahankan.

Sementara itu, Ketua DPRD Subang, Narca Sukanda memaklumi pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke Pemda Subang sebesar Rp227 miliar dikarenakan kondisi pandemi Covid-19. Dimana pemerintah pusat saat ini melakukan penanganan Covid-19.
Dengan adanya pemangkasan dana transfer tersebut, dia berharap agar anggaran yang ada di Pemda digunakan secara tepat sasaran sesuai dengan yang direncanakan.

Dia mengatakan, saat ini Pemda Subang agar fokus saja dulu pada penanganan Covid-19. Baik itu dari aspek kesehatan, ekonomi maupun sosial. “Sekarang kita harus sama-sama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Mengenai Pemda Subang yang saat ini menunda sejumlah kegiatan saat pandemi Covid-19, Narca pun memahami bahwa saat ini semua tengah terfokus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saat ini memang kita semua fokus dulu menangani Covid-19, jadi itu berpengaruh terhadap kegiatan-kegiatan yang pada akhirnya ditunda,” ujarnya.

Dia mengatakan, kegiatan-kegiatan Pemda yang melibatkan banyak orang saat pandemi Covid-19 otomatis ditunda. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.(ysp/sep)