Disparpora Subang Tak Serius Kembangkan Desa Wisata

disparpora subang
PRIHATIN: Akses Jalan Menuju Kawasan Wisata Alam Bukit Jambu Kristal di Tanjungsiang butuh perhatian pemerintah. Jalanan didominasi tanah merah, terjal dan licin pada musim penghujan. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Tak Ada Upaya Bantu Mendorong

SUBANG-Jalan merupakan properti utama untuk memastikan perlintasan seseorang, baik menggunakan kendaraan maupun tidak. Terlebih pada tempat yang didorong untuk dijadikan kawasan wisata, seperti Bukit Jambu Kristal di Tanjungsiang.

Kawasan ini memiliki potensi yang bagus untuk kawasan wisata, bahkan menjadi program unggulan dari Bupati dan Wakil Bupati Subang melalui Subang Jawara Wisata. Hanya saja jalan menuju ke sana sangat buruk, jalanan didominasi tanah merah yang terjal dan licin saat musim penghujan.

Tahun lalu, Desa Tanjungsiang juga ditetapkan sebagai desa wisata embrio di Lapang pabrik teh CTC Cupunagara Kecamatan Cisalak oleh Bupati. Selain Tanjungsiang, 14 desa lainnya yaitu Desa Cibeusi, Cibuluh, Cirangkong, Cisaat, Wangunharja/Sanca dan Bunihayu sebagai desa wisata berkembang, sedangkan desa Cupunagara, Pasanggrahan, Kasomalang Kulon, Buniara, Kawungluwuk, Cisalak, Cimanggu, Sukakerti, termasuk Tanjungsiang di dalamnya sebagai desa wisata embrio.

BACA JUGA:  ASN, Anggota Dewan hingga Hakim Ditantang Tes Urine

Baca Juga: Libur Panjang, Pengungjung Mulai Penuhi Objek Wisata di Lembang

Namun Disparpora Subang dinilai lambat dalam kinerja untuk mengembangkan desa wisata tersebut. Hal itu diungkapkan Gunadi (32) Warga Tanjungsiang menjelaskan pendapatnya terhadap penilaian Disparpora Subang sebagai dinas yang menangani sektor wisata.