DKUPP Sosialisasikan Larangan Minyak Curah

BERI ARAHAN: Petugas DKUPP memberikan arahan terkait penjualan dan penggunaan minyak curah yang akan segera dilarang oleh Pemerintah. YUGO EROSPI/PASUNDAN EKSPRES

Pedagang dan Pelaku Usaha Keberatan

SUBANG-Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Subang melakukan sosialisasi penjualan minyak curah terhadap pedagang di Pasar Tradisional, Rabu (9/10). Hal itu terkait rencana larangan penggunaan minyak curah oleh pemerintah.

Kepala DKUPP Subang, Rahmat Faturahman mengatakan sosialisasi itu dilakukan agar para pedagang tidak kaget ketika adanya larangan penjualan minyak curah tersebut. Pasalnya, mulai Januari 2020 minyak goreng curah dilarang penjualan dan penggunaanya dan akan diganti dengan minyak goreng berkemasan.

“Kami dengar akan ada larangan pedagang menjual minyak goreng curah pada bulan Januari 2020 oleh Kementerian perdagangan dan industri. Untuk itu, kami melakukan sosialisasi terhadap para pedagang-pedagang yang menjual minyak goreng curah di pasar- pasar tradisional,” kata Rahmat.

Dia menjelaskan larangan minyak curah di jual dan diganti dengan minyak goreng kemasan itu, sebenarnya sudah direncanakan pada tahun 2014. “Sudah sejak tahun 2014 rencana tersebut, namun tidak terealisasi,” ujarnya.

Aturan pelarangan minyak curah, kata Rahmat, lantaran jika dikonsumsi berdampak terhadap masalah kesehatan. Selain itu, dari sisi penjualan biasanya terjadi pengurangan takaran dikarenakan menggunakan kantong plastik bening. “Kami meminta kepada para pedagang jika aturan tersebut diberlakukan oleh pusat, harus di patuhi oleh para pedagang,” ungkapnya.

Salah satu Pedagang minyak curah, Kasno (35) mengatakan aturan larangan minyak goreng curah tersebut, sulit dikarenakan pangsa pasar minyak goreng curah lebih banyak. “Sulit juga karena pangsa pasarnya banyak,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang timbel depan SMP 4 Yanto (24) mengaku bingung jika minyak goreng curah tidak boleh digunakan. Pasalnya, dirinya tiap hari menggunakan minyak tersebut untuk kebutuhan usahanya. “Tiap hari pakai minyak curah, selain murah juga terjangkau,” ujarnya. (ygo/sep)