DPC PDIP Subang Rilis Survey Kebijakan PAD dan BUMD

DPC PDIP Subang
JUMPA PERS: Ketua DPC PDIP Subang Maman Yudia serta Sekretaris DPC PDIP Subang Niko Rinaldo serta jajaran pengurus saat menyampaikan rilis hasil survei kepada awak media. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-DPC PDIP Subang melakukan survey terkait arah kebijakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Subang. Dalam survey yang dilaksanakan pada pekan lalu itu, PDIP menilai potensi PAD dan BUMD bisa lebih dimaksimalkan.

Melalui keteranganya pada Pasundan Ekspres, Sekretaris PDC PDIP Subang Niko Rinaldo M.Ikom mengatakan, sebanyak 93% Respon dari masyarakat menyatakan capaian pajak daerah yang ditarget Pemerintah sejauh ini masih belum optimal.

“Ini harus dijadikan energi positif bagi pemerintah Kabupaten Subang, dimana masyarakat Subang masih optimis bahwa seharusnya pemerintah Subang dapat menghasilkan pendapatan daerah yang lebih besar dari pendapatan yang sebelumnya,” ucapnya.

Baca Juga: DPC PDIP Subang Laporkan Pembakaran Bendera Partai

Niko menambahkan, hal itu harus menjadi keyakinan bersama agar pemerintah dan juga masyarakat dapat bergotong-royong merealisasikan peningkatan PAD yang signifikan. Sebab 7% diantaranya menilai capaian pendapatan telah baik.

Adapun mengenai capaian target PAD tahun 2019, sebanyak 17% responden menyatakan baik dan 83% menyatakan tidak baik. Maksudnya, masyarakat menyatakan, target pada tahun 2019 dari pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, 83% menjawab belum maksimal atau belum menjadikan baik.

Harus didukung dengan data-data

Dalam hal ini masyarakat sudah mulai menyadari bahwa, kekayaan kabupaten Subang ini masih sangat bisa dimaksimalkan oleh pemerintah. “Jika Pemerintah mampu lebih baik mengelolanya target tersebut, seharusnya tidak hanya soal proses membayangkan saja, melainkan harus didukung dengan data-data yang secara komprehensif dalam menginventarisir aset dan potensi yang dimiliki sehingga target itu tepat sasaran,” ungkapnya.

Mengenai rekognisi besaran PAD tahun 2019, pihaknya mendorong agar seharusnya besaran PAD diketahui oleh masyarakat Subang. Agar masyarakat Subang juga dapat mengenal betul potensi daerahnya yang kemudian dikelola oleh pemerintah daerah menjadi pendapatan asli daerah.

“Selain itu jika masyarakat Subang tahu akan PAD nya, maka kontrol terhadap belanja pemerintah semakin kuat. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap keadaan bisa saja menjadi pemicu hilangnya potensi daerah dari genggaman tangan masyarakat Subang,” ujarnya.

Terkait BUMD, sebanyak 40% responden menyatakan mengetahui dan 60% sisanya menyatakan tidak mengetahui. Niko menilai masih terlalu banyak masyarakat Subang yang tidak mengenal BUMD yang dimiliki.

Hal itu tentu sangat disayangkan seharusnya mayoritas masyarakat Subang kenal betul dengan BUMD yang dimiliki daerahnya. “Mungkin seperti warga Indonesia yang kenal dengan Pertamina dan Telkom sebagai BUMN. Dengan mengenal minimal masyarakat dapat memberikan dukungan bagi badan usaha tersebut,” ungkapnya.

“Sebab jika tidak mengenal BUMD yang dimiliki daerahnya, tunda dulu bahasan bahwa masyarakat akan merasa memiliki, sangat tidak mungkin. Harusnya BUMD mampu hadir di tengah masyarakat membantu meringankan beban pemerintah dengan kemampuan di bidangnya,” jelasnya.

Adapun terkait optimisme publik terhadap kontribusi BUMD untuk PAD, sebanyak 33% responden pesimis BUMD dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD, sedangkan 67% lainnya meyakini. “Artinya masyarakat Subang masih banyak yang merasa optimis BUMD Kabupaten Subang itu dapat memberikan kontribusi yang maksimal pada PAD Subang,” terangnya.

Hal ini tentunya harus dibuktikan dengan langkah kerja konkrit pemerintah dan direksi BUMD agar 67% masyarakat yang yakin terhadap BUMD ini, bukanlah hal yang mustahil jika dikerjakan secara bersama-sama. “Tentunya dengan sistem perencanaan yang baik pengelolaan yang benar dan pelaksanaan yang teratur dan usaha yang konsisten. Sehingga 10 atau 15 tahun kedepan BUMD Kabupaten Subang dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi PAD Kabupaten,” tutupnya.(ygi/sep)