Dua Tahun Jimat-Akur, Infrastruktur Masih Tertinggal

YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES MANDEG: Pembangunan Kantor Kecamatan Pusakajaya yang menjadi etalase Kabupaten Subang di Pantura belum juga rampung

SUBANG-Refleksi 2 Tahun Jimat-Akur, sejum- lah isu pembangunan dan infrastruktur di Pantura masih menjadi sorotan.

Misalnya, Camat Pamanukan Drs H. Moc. Solih M mengatakan, dalam momentum refleksi 2 tahun Jimat-Akur tersebut, ada beberapa harapan yang termasuk tumbuh dan lahir dari aspirasi masyarakat di Pamanukan.

“Pertama soal embung, ini harus disegerakan. Bahkan saya juga saat rapat soal Jalan Tol Cipeundeuy menuju Patimban telah meminta secara langsung agar ketika Tol selesai embung juga selesai. Artinya, ini jadi prioritas untuk ke depan sebagai upaya pencegahan banjir, dan ketika musim kemarau air tampungan bisa dimanfaatkan untuk Pertanian,” jelasnya.

Selain itu, beberapa isu krusial lain yang menjadi aspirasi masyarakat yakni soal penyelesaian di Jalan Pasar Inpres, serta Jalan Lingkar Pamanukan.

“Kalau jalan tersebut selesai, Insya Allah dampak perekono- mian akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Termasuk Jalan Lingkar yang akan tembus ke jalan Cilamaya-Patimban. Potensi menaikan ekonominya akan luar biasa,” imbuh Camat M. Solih.

Sementara soal pencegah banjir, Ia juga berharap Pemda dapat mendorong BBWS untuk segera melaksanakan upaya pencegahan banjir, yang merupakan ke- wenangan BBWS juga yang termasuk kewenangan oleh Pemda. “Sebab kita kadang terkendala BBWS di sini tanggul sudah kritis tapi belum kunjung diperbaiki,” imbuhnya.

Sementara, Camat Pusakajaya Drs Vino Subriadi juga menyampaikan, saat ini salah satu harapan yang mencuat yakni soal penyelesaian Kantor Kecamatan Pusakajaya. Usulan inipun sama hal nya dengan yang terjadi di Kecamatan Sukasari yang masih belum memiliki Kantor Kecamatan karena pembangunannya mangkrak. Padahal, Bupati sempat menyatakan di tahun 2020 ini Dua Kantor Kecamatan tersebut akan rampung. Namun karena dihantam pandemi Covid-19 pembangunan 2 Kantor Kecamatan akhirnya tertunda.

“Salah satu harapan kami di sini adalah Kantor Keca- matan bisa selesai. Patimban sudah mau maju. Pantura sudah mau maju. Tapi hingga saat ini, kenyataan-nya harus kita hadapi kantor belum beres, yang mana memang sebetulnya sangat diperlukan,” kata Camat Pusakajaya Vino Subriadi.

Bergeser ke Kecamatan Ciasem, Camat Ciasem H. Toni kala itu menyampaikan, misalnya usulan dari Desa Sukahaji yang ingin agar dilakukan normalisasi di Tarum Timur Utara. Sebab, sungai tarum sebelahnya telah dinormalisasi.

Selain itu, kata H Toni, Pemerintah Desa Pinangsari juga masih mengusulkan adanya perbaikan infrastruktur jalan yang menuju Desa Pinangsari. Meksipun sebetulnya pada tahun ini teranggarkan, namun akibat dampak Covid-19, pembangunan tersebut tertunda. “Sebenarnya Jalan Pinangsari ini akan dibangun, tapi karena Covid-19, tertunda dulu,” imbuhnya.

Lalu, isu krusial lain yang juga dibahas Kepala Desa dengan bupati yakni terkait dengan soal pengelolaan sampah dan angkutan sampah yang menumpuk di jalanan Desa Ciasem Baru. Lalu di Kecamatan Legonkulon, usulan mengenai penanganan abrasi dan penataan serta pengelolaan Pantai Pondok Bali merupakan isu krusial.

Bahkan, seluruh pejabat level kepala dinas terkait sempat melakukan dialog bersama tokoh masyarakat di Kecamatan Legonkulon, yang dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati diantaranya membahas tiga isu utama tersebut. Secara umum, isu Infrastruktur menjadi isu utama.

Meskipun pada tahun 2020 ini, H. Ruhimat telah memulai terobosan pembangunan jalan Cila- maya- Patimban, namun isu jalan Kabupaten yang masih rusak masih men- jadi perhatian seperti Jalan Kabupaten Rancadaka Blok Kelep menuju Siwalan Pa- timban, Jalan SukarejaMariuk (Tambakdahan), Jalan Cilamaya menuju Blanakan, Jalan Wates Desa Binong menuju Jatimulya, Jalan Sukarasa Desa Karanganyar Kecamatan Pusakajaya serta jalan-jalan kabupaten lain yang kondisinya masih alami kerusakan. (ygi/vry)