Dugaan Palsukan KTP, Disdukcapil Subang Didatangi Polda Metro Jaya

disdukcapil subang
ADA BARCODENYA: Kabid Kependudukan Disdukcapil Ahmad Fauzi menunjukan kartu keluarga yang bisa di print kertas A4 dan memiliki Barcode. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Disdukcapil Subang dibuat kaget dengan kedatangan Polda Metro Jaya, Kamis (9/7). Pasalnya ada dugaan KTP warga Subang yang dipalsukan untuk pinjaman online.

Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Subang Ahmad Fauzi mengatakan, pihaknya dibuat kaget dengan kedatangan tim dari Polda Metro Jaya yang datang ke kantor Disdukcapil. Informasi yang diterimanya, ada KTP yang dibuat Disdukcapil tapi dipalsukan.

“Tim dari Polda Metro Jaya melakukan konfirmasi adanya temuan KTP yang diduga dipalsukan. Kemudian meminta Disdukcapil Subang melakukan pengecekan data,” kata Fauzi.

Baca Juga: Disdukcapil Kota Cimahi: KK dan Akta Kelahiran Dicetak di Kertas HVS

Hal tersebut, Fauzi menjelaskan, untuk pengembangan kasus pinjaman online (pinjol). Pelakunya melakukan manipulasi dengan cara memalsukan KTP-El, dan ternyata bukan hanya di Kabupaten Subang saja, melainkan KTP asal Bogor dipalsukan. “Pelakunya dari mana saya juga ga tau. Hanya saja katanya, pelakunya berasal dari luar daerah Kabupaten Subang,” ujarnya.

Palsukan KTP yang tercecer

Dijelaskan Fauzi, modus dari pelaku adalah memalsukan KTP yang tercecer dan ditemukan. Lalu mengganti foto KTP-ESl tapi tidak memalsukan data yang ada di KTP dan membungkusnya dengan plastik khusus. Lalu, pelaku melakukan pinjaman online. “Nah ini yang harus diwaspadai, terakhir KTP asal warga Cipeundeuy dipalsukan, datanya oleh pelaku tersebut untuk pinjaman online,” ungkapnya.

Fauzi mengimbau kepada masyarakat Subang, jika KTP nya hilang agar segera melaporkan ke pihak kepolisian dan membuat baru KTP-El, sehingga nantinya bisa diantispasi agar tidak disalahgunakan orang lain.

Saat ini, merupakan era 4. untuk kartu keluarga bisa di-print sendiri oleh masyarakat, dengan cara mendaftar online. Meski demikian, ada kendala ketika pihak bank, leasing, dealer dan lainnya tidak percaya terhadap kartu keluarga yang terbuat dari kertas A4.

BACA JUGA:  Subang Jadi Primadona Investor Jawa Barat

Namun yang harus dipahami adalah, kertas tersebut ada barcodenya sehingga kartu keluarga tersebut asli. “Biasanya kan dokumen diperlukan untuk pinjaman ke bank, dealer, leasing dan lainnya. Nah, kartu keluarga A4 yang di-print langsung oleh masyarakat itu asli karena ada barcodenya,” katanya.

“Sudah kita sampaikan juga ke pihak bank, leasing, dealer atau pihak-pihak yang membutuhkan dokumen kependudukan terssebut agar mengerti,” tandasnya.(ygo/vry)