Dukung Operasi Pelabuhan Patimban, Patra Niaga dan Sigas Groundbreaking Fuel Storage

PUSAKANAGARA– Peresmian Pelabuhan Patimban oleh Presiden RI Joko Widodo juga ditandai dengan groundbreaking pembangunan Fuel Storage dan Bunker Facility di lokasi backup area pelabuhan Patimban. Proyek pembangunan yang akan memasok ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) digarap langsung melalui kerjasama PT Patra Niaga dan PT Subang Infra Gas (Sigas).

Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Patra Niaga (Subholding Pertamina Commercial & Trading) Hasto Wibowo mengatakan, sesuai perkataan dari Presiden joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional. Pelabuhan Patimban merupakan proyek yang sangat penting dalam menyumbang peningkatan ekonomi nasional.

“Nah, peran Pertamina mendukung, meyakinkan, khususnya untuk kebutuhan energi yakni bahan bakar minyak (BBM) untuk aktivitas kapal dan seluruh armada yang ada di Pelabuhan ini bisa terjamin” kata Hasto dalam keterangan yang diberikan pada Pasundan Ekspres.

Untuk itu, PT Pertamina Patra Niaga bersama PT Sigas hadir di Pelabuhan Patimban untuk memastikan pelayanan dan ketersediaan BBM di Pelabuhan Patimban. Dengan demikian, komitmen dari Patra Niaga sendiri saat ini dengan dimulainya pembangunan Fuel Storage dan Bunker yang kapasitasnya mencapai 3 juta liter diharapkan dapat membantu peningkatan upaya peningkatan kegiatan Pelabuhan Patimban dan memberikan dampak ekonomi yang positif.

“Kapasitasnya 2×1500 Kl yang kita siapkan. Nah supply bisa dari Tanjung Priuk atau dari Balongan juga bisa. Intinya sudah tersedia disini, dan siap kita support,” ujar Hasto

Lalu Direktur Operasional dan Marketing PT Subang Infra Gas (Sigas) Atep Nandang Subandar menyebut, kerjasama dengan Pertamina Patra Niaga dalam pembangunan Fuel Storage dan Bunker Facility ini merupakan satu sinergitas BUMN dengan pihak swasta. Menurutnya sinergitas dan kerjasama pihak swasta akan memberikan multiplier efek baik bagi local maupun nasional. “Sinergitas ini dibuktikan Patra Niaga dengan Sigas untuk melakukan percepatan pembangunan maupun penetrasi pasar. Dalam hal ini, Sigas juga memiliki captive market yang terfokus pada proyek pembangunan Pelabuhan Patimban.

“Hari ini kita menyaksikan potret apik kerjasama BUMN dan Swasta. Dengan adanya groundbreaking untuk storage ini, membuktikan badan usaha tingkat nasional memiliki kemampuan untuk berkompetisi didalam Pelabuhan Internasional, yang mana kedepan di Pelabuhan ini akan banyak perusahaan-perusahaa asing yang memiliki daya kompetisi yang cukup tinggi,” jelas Atep.

Layani Kebutuhan BBM

Selain itu, kehadiran Patra Niaga dan Sigas di Pelabuhan Patimban dalam rangka mendukung fitur pelabuhan Patimban yang lengkap termasuk fitur BBM. Hal ini untuk mewujudkan system pengiriman logistik yang efisien dari sisi biaya dan waktu.

“Keberadaan storage dilokasi juga dapat meningkatkan cadangan BBM Pertamina untuk ketahanan energi nasional,” tambah Atep.

Atep juga meyakini, keberadaan Fuel Storage di Pelabuhan Patimban akan meningkatkan competitiveness sebagai Pelabuhan terbesar di Asia Tenggara. “Sebab akan membuat harga BBM lebih kompetitif, sehingga tidak akan terjadi deviasi alur pelayaran karena kapal tak perlu lagi mengisi BBM di negara Singapura ataupun dari negara tetangga lainnya” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyebut, Sigas juga memiliki komitmen untuk melakukan pemberdayaan sumberdaya manusia khususnya pada warga lokal. Saat ini, 90% karyawan Sigas merupakan warga lokal yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Kami juga menggandeng BUMD Subang sebagai komitmen bersama dalam membangun Subang dalam keikutsertaan di proyek Pelabuhan Patimban bersama Subang energi Abadi (SEA), termasuk kami juga telah membuat perusahaan patungan antara BUMD Subang yakni SEA dan Sigas dengan nama Sea Sigas Indonesia yang akan berimbas pada peningkatan PAD Kabupaten Subang,” pungkasnya.

Atep juga berharap, keberadaan storage tersebut dapat dimanfaatkan oleh agen-agen Pertamina dalam melakukan ekspansi market di kawasan-kawasan industri yang terbangun di Pelabuhan Patimban sehingga tedak perlu jauh ke Tanjung Priok atau ke Balongan . (adv/ygi/ded)