Dzikir Akbar Ponpes At Tawazun Satukan Umat

DZIKIR ASMAUL HUSNA: Pimpinan Ponpes At Tawazun KH. Musyfik Amrullah bersama KH. Lutfi Al Magribi Ketua JRA Jabar saat memimpin dzikir asmaul husna dan ratiban, Minggu (8/3). DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES

Ajak Masyarakat dan Orang Tua Wali

SUBANG-Pondok Pesantren At-Tawazun menggelar dzikir akbar dengan membaca Asma’ul Husna , Ratibul Hadad, Manaqib Kubro, Istighotsah dan Maulid Addiba’i. Dzikir dilangsungkan di Majlis Ponpes At Tawazun, Minggu (8/3).

Pimpinan Ponpes At-Tawazun, KH. Musyfik Amrullah mengatakan, dzikir ini berawal dari santri yang sudah terjadwal. Namun kemudian, dzikir ini dibuka untuk umum, bukan hanya untuk kalangan santri saja, tetapi masyarakat dan orang tua wali santri juga ikut berdzikir.
Hal ini dimaksudkan adanya kesatuan waktu menjenguk anaknya sekaligus ikut berdzikir bersama, sehingga lebih kompak dan rasa persatuan wali santri lebih bermakna dari segi hablum minannas-nya.

Dia mengatakan, kemudian dari sisi hablum minallah-nya, dzikir ini sangat bermakna sekali sebagai upaya pengisian rohani. Sehingga bagi mereka yang ikut secara rutin merasakan perbedaan kondisi bathiniah saat dan setelah ikut berdzikir.

“Mereka merasa lebih tenang dan tentram, dengan kekuatan dzikir asmaul husna dan ratiban secara berjamaah,” imbuhnya.

Selanjutnya metode pendidikan di Ponpes At Tawazun ini, kata KH. Musyfik, memadukan pola pendidikan pesantren salafi dan modern. Karena pesantren ini berangkat dari salafi dan modern.

“Dengan perpaduan metoda ini memiliki keunggulan, maka santri memiliki disiplin dualisme keilmuan. Sehingga mereka memiliki karakter modern berwawasan salafiyah,” tuturnya.

Dengan itu, sesuai dengan namanya At Tawazun yang berarti seimbang. Seimbang ilmu salafinya juga ilmu pengetahuan umum. Sehingga santri saat lulus, bisa berkiprah dimanapun, mampu mengembangkan ilmu salafinya juga ilmu pengetahuan dan kepemimpinan di masyarakat ataupun di pemerintahan.(dan/ysp/vry)