Forsubang Desak Pemkab Subang Pantau Warga yang Berisiko Terpapar Corona

Endang Sukendar dalam sebuah kegiatan Forsubang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Subang-Ketua Komunitas Forum Subang Membangun (Forsubang), Endang Sukendar, mengimbau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang untuk tidak melakukan perayaan berlebihan dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) Subang, April tahun ini. Imbauan itu disampaikan dalam sebuah siaran pers yang dikeluarkan Forsubang, Senin (16/03) dalam rangka waspada virus corona alias covid-19 yang penderitanya di Indonesia terus bertambah.

Selanjutnya, Forsubang mengimbau Pemkab Subang agar menerapkan siaga dan waspada Covid-19 dengan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. “Subang harus mengambil inisiatif untuk mencegah penyebaran virus corona karena Subang merupakan salah satu destinasi wisata favorit dan penduduk Subang juga punya mobilitas tinggi termasuk bepergian ke luar negeri,” kata Endang Sukendar, putra Subang yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan senior majalah GATRA, di Jakarta.

Menurut Endang, ribuan warga Subang bekerja sebagai TKI di berbagai negara seperti Taiwan, Malaysia, Korea, Jepang, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah. “Entah berapa orang di antara mereka yang bolak-balik ke tanah air tiap bulannya. Jumlah itu belum termasuk ratusan orang lainnya yang bekerja di kapal-kapal asing,” katanya. Selain itu, setiap bulan puluhan hingga ratusan orang warga Subang pergi umrah ke Arab Saudi. Mereka termasuk kelompok yang beresiko terpapar virus corona baik di tempat tujuan maupun di perjalanan. Mereka yang terinfeksi corona bisa saja tidak menunjukkan gejala sakit karena daya tahannya bagus, tapi ketika virusnya menulari orang lain yang lemah, yang tertular bisa langsung sakit.

Tempat wisata bisa membawa resiko masuknya virus dari luar Subang

Forsubang mengimbau Pemkab Subang agar memberikan perhatian kepada kelompok warga beresiko itu. ” Pemkab harus memantau warga Subang yang baru pulang dari luar negeri dan bila ditemukan gejala sakit (suspect) harus segera ditangani secara khusus,” kata Endang.

Obyek-obyek wisata Subang setiap minggu diserbu ribuan wisatawan dari kawasan Jabodetabek dan daerah lain. Ini juga membawa resiko masuknya virus dari luar Subang. “Tanpa perlu panik, Pemkab Subang seharusnya mengantisipasi faktor-faktor resiko ini dengan cermat,” kata Endang.

Khusus menyikapi peringatan ulang tahun Subang yang tiap tahunnya dirayakan secara meriah, Forsubang mengimbau agar perayaan tahun ini disesuaikan dengan langkah waspada corona. Misalnya, tidak melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah yang besar dan berdesakan, apalagi mengundang orang-orang dari luar Subang terutama dari daerah terjangkit.

Forsubang adalah komunitas yang awalnya digagas oleh warga Subang yang tinggal di Jabodetabek yang menunjukkan kepedulian pada pembangunan Subang. Sejumlah tokoh kemudian bergabung ke dalam komunitas ini, antara lain H. Ating Rusnatim, Plt Bupati Subang 2018-2019. Setelah menyelenggarakan kegiatan baksos operasi katarak gratis bersama Sido Muncul tahun lalu, Forsubang kini sedang mempersiapkan kegiatan baksos pengobatan gratis bersama Pegadaian Pusat bagi warga Subang yang belum dijamin BPJS. Namun rencana itu tertunda karena tenaga kesehatan di Subang diarahkan untuk fokus pada ancaman Covid-19 setelah mereka disibukkan menangani korban banjir pantura Subang.(rls/hba)