GAN Dorong Pemkab Bentuk BNNK

PENYULUHAN: Pengurus GAN saat kegiatan penyuluhan Narkoba siswa SMA serta Mahasiswa STIPAN di Kampus SMA Plus Astahannas 5 Maret 2019 lalu. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUKASARI-Kembali maraknya kasus Narkoba yang melibatkan artis serta politisi terus menjadi perhatian dari Garda Anti Narkoba (GAN). Lembaga sosial yang berpusat di Subang ini terus gencar melakukan penyuluhan serta pencegahan terkait bahaya narkoba dikalangan pelajar, mahasiswa, pemuda serta masyarakat.

Ketua Markas Besar GAN Jabar Utara Ari Gunawan mengatakan, saat ini pihak GAN terus melakukan beragam program serta kegiatan yang menyasar kalangan pelajar serta mahasiswa.

“Kegiatan dilakukan hampir per triwulan tapi saat ini sedang banyak kegiatan, setiap minggu kita hampir ada kegiatan penyuluhan baik ke sekolah atau dimasyarakat umum,” kata Ari saat ditemui di kediamannya bersama pengurus Markas Pusat GAN serta Markas Besar Jabar Utara.

Menurut Ari, meski belum lama berdiri dan baru bergerak selama setahun belakangan ini, kehadiran GAN cukup diterima masyarakat.

Saat ini, banyak pihak yang mulai bekerjasama baik dalam penyuluhan, pencegahan serta penindakan terkait Narkoba.
“Kita berdiri bukan sebagai ormas ataupun LSM tapi memang betul-betul sebagai lembaga sosial yang aktif soal penanggulangan Narkoba. Nah soal penindakan juga bukan dalam arti kita menangkap atau melakukan tindakan seperti aparat hukum, itu ada instansi resminya. Penindakan disini dalam arti kita bergerak ke lapangan, penyuluhan serta mempersempit peredaran Narkoba,” terang Ari.

Senada dengan Ari, Ketua umum GAN Wawan Waluya SE mengatakan, GAN memiliki visi untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba, penyuluhan lintas sektor serta mempersempit lahan penyebaran.

“Kita perlu melakukan sesuatu untuk mencegah peredaran Narkoba khususnya di Subang ini, apalagi kedepan akan ada Pelabuhan Patimban. Aspek moralitas, aspek kebudayaan serta aspek sosial itu yang harus diperhatikan,” jelas Wawan.

Sebab, efek dari adanya Pelabuhan akan memberikan dampak lain selain dari dampak ekonomi yang harus diantisipasi sejak dini. Untuk itu, penyuluhan dan pencegahan terus digencarkan utamanya menyasar kaum muda, pelajar serta mahasiswa yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba.

“Bagi desa juga kita punya program Kampung Bersinar yaitu bersih narkoba. Targetnya kerjasama bisa dengan pemerintah desa maupun kecamatan dalam beragam hal seperti penyuluhan serta observasi,” bebernya.

Selain itu, saat ini GAN juga tengah mendorong adanya pusat rehabilitasi serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) pada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Hal ini merupakan upaya secara vertikal terkait pencegahan penyebaran Narkoba di Kabupaten Subang.

“Kita dorong agar ada pusat rehabilitiasi disini, juga BNNK di Kabupaten. Ini dilakukan untuk untuk mempersempit peredaran narkoba. Harus jadi catatan juga adanya pelabuhan bisa saja membuat jaringan bisnis skala internasional semakin berkembang,” bebernya.

Untuk itu, saat ini GAN dengan beragam kegiatan serta program terus berupaya untuk melakukan edukasi serta penyuluhan dan penanggulangan Narkoba.

Hal bertujuan untuk semakin memberikan pemahaman pada generasi muda serta masyarakat mengenai bahaya narkoba.

“Kita terus bergerak dengan program yang ada, bahkan saat ini juga banyak yang ingin bekerjasama dengan kita, seperti sekolah, mahasiswa maupun instansi lain, karena tujuan kita soal pemberantasan dan pencegahan narkoba,” ucapnya. (ygi/dan)