Gelorakan Gerakan Nasional Revolusi Mental

SELAMAT DATANG: Rektor Universitas Subang, Dr. Ir. Drs. H.A. Moeslihat Komara, M.Si secara simbolis menyambut mahasiswa baru, Selasa (8/9) di Kampus 1 Universitas Subang. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Tekankan Pemahaman Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0

SUBANG-Universitas Subang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan yang diikuti sebanyak 702 secara virtual ini digelar selama dua hari, 8 – 9 September.

PKKMB ini dalam rangka menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberi bekal untuk meraih keberhasilan dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Rektor Universitas Subang, Dr. Ir. Drs. H.A. Moeslihat Komara, M.Si mengatakan, PKKMB ini dapat dijadikan titik tolak pembinaan idealisme, penguatan rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan.Juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas.

“Sehingga pada gilirannya PKKMB ini diharapkan menjadi wahana penanaman 5 program gerakan nasional revolusi mental, yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu,” ungkapnya saat pembukaan PKKMB di Kampus 1 Universitas Subang, Selasa (8/9).

PKKMB ini memberikan bekal awal, agar mahasiswa kelak menjadi alumni perguruan tinggi yang memiliki kedalam ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global.
Mahasiswa baru saat ini sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan. Karenanya PKKMB ini dapat dijadkan momentum bagi mahasiswa baru untuk mendapat informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi baik bidang akademik maupun non akademik.

PKKMB ini juga diharapkan dapat menjadi penyadaran akan adanya hal-hal yang dapat menghambat studi mahasiswa baru termasuk dapat menghambat pencapaian tujuan nasional. Misalnya masalah radikalisme, terorisme, penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, plagiarisme, korupsi dan lain sebagainya.

PKKMB ini selain bentuk upaya peningkatan rasa persatuan dan kesaturan serta cinta tanah air, juga menjadi ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan abad 21.

“Kompetensi itu antara lain kemampuan berpikir nalar kreatif dan kritis, problem solving, terampil berkomunikasi, berkolaborasi, memahami bidang kerja dan pengembangan karirnya serta pentingnya belajar sepanjang hayat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kutawaringin Dr Komir Bastaman mengapresiasi kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikannya ke Universitas Subang. “Kami terus berusaha untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” ujarnya.(ysp)