GTRA Mulai Garap 800 Bidang Tanah Tora di 2021

YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES OBJEK TANAH: Salah satu bidang tanah di kawasan Pantura Subang yang menjadi objek tanah reforma agraria akan mulai disertifikasi pada tahun 2021.

SUBANG-Tahun 2021, Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Subang akan mulai action melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan reforma agraria. Hal ini seiring dengan adanya alokasi Anggaran dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2021.

Kabag Pemerintahan Setda Subang, Wawan Hermawan membenarkan terkait anggaran yang telah disiapkan untuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2021 mendatang. Ia menyebut, anggaran senilai Rp 500 juta disiapkan untuk berbagai macam kegiatan GTRA. “Betul sudah masuk anggaran sudah disiapkan untuk Tahun 2021. Anggaran itu tidak hanya untuk kegiatan sertifikat tanah saja, tapi juga meliputi sosialisasi, penyiapan SDM, bintek-bintek dan kegiatan lain,” kata Wawan ketika dikonfirmasi Pasundan Ekspres, kemarin.

Wawan juga menyebut, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan kegiatan yang menjadi kewenangan GTRA, termasuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan objek tanah reforma agrarian (Tora). “Berdasarkan hitungan kita, ada sekitar 800-850 bidang. SK nya sudah disiapkan, karena kita akan mulai action Januari 2021 kesana,” jelasnya.

Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan GTRA, Wawan menyebut, pihaknya tengah menginventarisir tanah-tanah objek TORA yang akan digarap tahun 2021 mendatang. Tidak hanya diwilayah utara, wilayah selatan dan tengah pun kata Wawan, akan ada objek TORA yang juga berpeluang dilakukan sertifikasi. “Tidak hanya diutara, selatan juga ada, tengah ada, tapi sedang persiapkan dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Fraksi PDIP H. Adik LF Solihin yang sejak awal getol menyoroti GTRA dan memberikan apresiasi bagi Bupati Subang serta Pemerintah Kabupaten Subang yang telah menganggarkan alokasi dana untuk kegiatan reforma agrarian melalui GTRA Kabupaten Subang. “Saya apresiasi, komitmen Bupati Subang soal reforma agrarian ini dengan sudah adanya alokasi anggaran untuk tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya pun informasinya bisa saja bertambah,” kata H. Adik.

Ia juga memuji komitmen Bupati Subang yang dalam beberapa kali kesempatan, menegaskan bahwa reforma agraria di Subang juga merupakan salah satu hal yang menjadi concern Bupati Subang. “Saya mengapresiasi pak bupati yang konsisten mengenai program-program yang pro terhadap rakyat,” jelasnya.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya nanti, ia akan menunggu Tim GTRA Kabupaten Subang melakukan tugas-tugas tersebut. Ia berharap, sedikit demi sedikit permasalahan tanah di Kabupaten Subang bisa terselesaikan untuk lebih menjamin kepastian hukum serta dapat dilakukan penataan aset juga akses.(ygi/sep)