Guru Harus Absen Pakai Finger Print

Meningkatkan Kedisiplinan Guru

SUBANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang menanggapi positif rencana pemerintah untuk menerapkan sistem absensi nasional menggunakan finger print kepada semua guru.

Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Subang, Mukfi Efendi mengatakan, langkah pemerintah sudah tepat dalam rangka meningkatkan kedisiplinan para guru.

“Itu bagus, supaya guru disipilin. Dengan begitu kinerja guru menjadi baik,” ungkap Mukfi kepada Pasundan Ekspres.
Dia mengatakan, selama ini kehadiran guru tetap diperhatikan melalui Dapodik. Dengan pemanfaatan finger print secara online tahun depan guru akan lebih terpantau.

Konsekuensi dari sistem absensi tersebut sekolah harus melakukan pengadaan finger print. Sekolah menganggarkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS). “Masukan dalam RKAS itu legal, jangan biayanya dari siswa,” ujarnya.

Kepala SDN Dangdeur I, Nining Mulyati mengatakan, belum mendapatkan edaran secara resmi dari pemerintah untuk pengadaan finger print tersebut. Meski begitu sekolah sudah mempersiapkan untuk pengadaan finger print.

“Informasi mengenai absen harus finger print sudah tahu, tapi belum dapat surat resmi. Tapi kita sudah siap kalau harus menggunakan sistem tersebut,” jelasnya.

Nining menanggapi positif absen menggunakan finger print. Ia mengertia maksud pemerintah dalam hal meningkatkan kedisplinan para guru.

“Kalau selama ini absen manual. Tapi meskipun manual saya sebagai kepala sekolah tetap memonitor kehadiran guru,” jelasnya.(ysp/ded)