Harapkan Mobil Layanan SIM Baru

Iptu Warjo, Kepala Unit Regident Satlantas Polres Subang.

SUBANG-Warga Kabupaten Subang yang berada di pelosok daerah mengharapkan adanya mobil pelayanan pembuatan SIM (sim baru).
Karena untuk mengurus pembuatan SIM baru ke Mapolres Subang, harus mengantri dan memakan waktu serta biaya.

Seperti yang disampaikan warga Cisalak Nurdin (26), dirinya yang tinggal di pelosok dan ingin membuat SIM, terkendala dengan jarak dan waktu untuk membuat SIM di Mapolres Subang.

“Ya kita yang jauh susah juga kan , jarak dan waktu untuk membuat SIM,” ujarnya.

Nurdin mengatakan, untuk pembuatan SIM, warga yang berada di pelosok ketika datang ke Mapolres Subang, juga belum tentu lulus dalam uji teori dan praktek SIM.

Sehingga diirnya meminta agar ada gebrakan dari Polres Subang, untuk bisa melakukan pelayanan di daerah-daerah untuk pembuatan SIM.

“Kalau untuk perpanjang SIM memang ada mobil unit nya, namun untuk pembuatan SIM baru kan belum ada , maka dari itu saya mohon agar diadakan,” tuturnya.

Kasatlantas Polres Subang melalui Kepala Unit Regident Satlantas Polres Subang Iptu Warjo mengatakan, pihakya sudah mengajukan ke Kakorlantas Polri melalalui Polda jabar untuk SIM BUS untuk bisa diadakan di Kabupaten Subang tahun 2020 ini.

“Ya sudah kita ajukan SIM BUS tersebut, agar bisa ada di tahun 2020 ini, doakan saja,” ujarnya.

Warjo menjelaskan, SIM BUS tersebut, nantinya bisa melakukan uji teori, uji praktek. Sehingga nantinya warga yang berada di pelsook – pelosok desa bisa membuat SIM baru tanpa harus datang jauh ke Mapolres Subang.

Bis pelayanan pembuatan SIM tersebut dilengkapi alat canggih dimana sistem nya online, sehingga warga yang memohon SIM bisa langsung menikuti ujian teori, dan praktek jika lulus maka bisa langsung memperoleh SIM.

“Kita masih menunggu, pengajuannya sudah,” imbuhnya.

Warjo mengatakan, pemohon SIM yang mengajukan pembuatan baru dan juga perpanjangan perhari nya mencapai 150 orang. Maka dari itu jika ada Mobile BUS tadi, akan mempermudah warga yang ada di pelosok – pelosok desa dan jangkauan nya jauh.

“Ini bisa mempermudah warga yang berada di pelosok- pelosok desa membuat SIM baru,” tukasnya.(ygo/dan)