Harga Padi Berangsur Naik, Rp 470.000 Hingga Rp 480.000 Per Kwintal

PRODUKSI: Pengusaha PD PDS H. Ahmad Zaelani saat memperlihatkan proses produksi penggilingan Padi. Setelah beberapa minggu sebelumnya, harga padi dinilai menyulitkan petani. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Areal pertanian di Kecamatan Pusakajaya mulai memasuki musim panen. Saat ini harga panen mulai berangsur naik setelah beberapa minggu sebelumnya harga panen dinilai menyulitkan petani.

Ditemui di Kantornya, Pemilik PD Pada Suka Jaya H. Ahmad Zaelani menyebut, harga padi saat ini mulai berangsur naik. Seperti padi varietas ketan yang sebelumnya dibawah Rp 400.000/kwintal kini menjadi Rp 480.000/kwintal. “Kalau harga berasnya, alhamdulillah mulai berangsur naik. Ada peningkatan untuk varietas ketan. Tapi kalau konsumsi masih standar,” ucapnya.

Harga padi konsumsi berada diangka Rp 470.000-480.000/kwintal, dan untuk harga beras nya mencapai Rp 950.000/kwintal. Sedangkan untuk beras ketan mencapai Rp1.050.000 dari sebelumnya Rp880.000.

Ditengah pandemi Korona, H. Ahmad mengaku tak menemui kendala dalam hal pengiriman sembako atau bahan pangan ke wilayah Jakarta. Untuk saat ini pengiriman belum dilakukan karena masih belum dibuka. “Terakhir kita ngirim itu H-2, nah untuk sekarang belum dibuka lagi Jadi kemungkinan H+5 biasanya sudah mengirim lagi,” ucapnya.

Iya juga menyampaikan, mengenai hasil produktivitas padi di musim panen kali ini alami penurunan jika dibanding dengan panen sebelumnya. Dimana saat ini, untuk 1 bahu lahan sawah menghasilkan rata-rata 3 ton. “Kalau kemarin bisa sampai 6-7 ton per bahu nya, dengan berbagai kondisi yang ada saat ini, 3 ton itu sudah sangat bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Pusakajaya, Surni Sp mengatakan lahan yang setelah melaksanakan panen di Pusakajaya mencapai 2073 hektare dari keseluruhan 3907 hektare. “Panennya hampir merata di beberapa desa. Saat ini juga masih melaksanakan panen,” ucapnya.

Selain itu, lahan pertanian bawang di Kecamatan Pusakajaya sebanyak 2 hektare juga telah panen. Produktivitas dari lahan bawang tersebut mencapai 7-8 ton/hektare. “Saat ini harga jualnya juga Rp26.000/kg dan pemasarannya langsung ke Jakarta,” tuturnya.(ygi/sep)